Kanigaran– Ada yang tak biasa di halaman Museum Probolinggo di ajang car free day kali ini, Minggu (19/1). Terlihat kerumunan masyarakat yang didominasi oleh wanita. Ternyata, diadakan kegiatan senam zumba yang diadakan oleh paguyuban Kang Yuk bersama dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Probolinggo. Terlihat antusiasme dari para peserta yang hadir. Dengan semangat, mereka mengikuti gerakan dari instruktur. Selain masyarakat umum, peserta kegiatan ini juga berasal dari perwakilan OSIS SMA/sederajat, organisasi pemuda, Duta lingkungan, duta genre, dan dari berbagai elemen kepemudaan.
Menurut Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, Budi Krisyanto, kegiatan ini sangatlah bermanfaat. “Gerakan perlu dilatih dan kesehatan perlu dicek. Untuk itulah Kang Yuk mengadakan kegiatan senam zumba bersama,” katanya. Selain itu, dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini. “Terima kasih untuk seluruh pendukung kegiatan ini. Masyarakat yang sehat saja nggak cukup, harus kreatif,” kata Budi Kris, biasa dia disapa. Dia juga mengingatkan bahwa semua harus terus berkreasi dan berinovasi, dan tentunya berkarya.
Setelah senam zumba, acara dilanjutkan dengan kunjungan ke museum Probolinggo dan city tour dengan menggunakan bus yang telah disediakan. Selain untuk menerapkan pola hidup sehat, kegiatan ini memang bertujuan untuk memperkenalkan destinasi pariwisata yang dimiliki oleh Kota Probolinggo. Dalam kegiatan ini juga, diadakan donor darah yang diselenggarakan oleh PMI dan pemeriksaan kesehatan gratis oleh Dinas Kesehatan, meliputi pemeriksaan tensi darah, kadar Co2 dalam paru-paru, dan lain sebagainya. “Untuk donor darah, sebenarnya banyak peminat, tapi banyak dari mereka yang tidak lulus pemeriksaan, misalnya Hb kurang, kurang tidur, atau karena habis minum obat pada tiga hari terakhir, tapi Alhamdulillah di kegiatan ini bisa mengumpulkan dua puluh lima kantong darah,” kata Suciati Ningsih, Kabid Pemasaran Pariwisata.
Masyarakatpun sangat senang dengan kegiatan ini. “Menyenangkan, cukup bikin berkeringat,” kata Yenny, seorang peserta senam zumba dari kelurahan Kedung Asem.(antz)
There’s something different at Car free day event this day, Sunday (19/1) at the yard of Probolinggo museum. Many people are gathered dominated by women. Evidently, there are zumba dance coordinated by Kang Yuk (tourism ambassadors) community, along with agency of Youth, Sport and Tourism of Probolinggo city. It can be seen the enthusiasm of the participants by looking on how they follow the instructor’s movement. Besides common people, the participants come from the representatives of high school organizations, youth organizations, environment ambassadors, genre ambassadors, and another youth elements.
According to the head of Youth, Sport, and Tourism Agency, Budi Krisyanto, it is kind of useful event. “We need exercise, and we must check our health. So, that’s why Kang Yuk held this event, dancing zumba together,” he said. He also thanked to all element that support this event. “Thank you to all our supporters. Health is not enough, but we have to be creative,” said Budi Kris, that’s what he called. He also reminds to be more creative and more innovative.
After zumba dance, it continued to visit Probolinggo museum and city tour using provided tour bus. Not only to apply healthy life, this event is also to introduce tourism destination of Probolinggo city. Here, there are blood donor by Indonesian Red Cross (PMI) and general health checkup for free, including blood pressure check, measuring Co2 level at lungs, and so on. “For blood donor, actually there are many people who interest to donor their blood, but they did not pass the check with many reasons, such as less haemoglobin, lack of sleep or because they have drink some medicine for the last three days, but Alhamdulillah (all praises only for Allah) PMI can collect twenty five of blood bags in this event,” said Suciati Ningsih, the head of Tourism Marketing Division of Dispopar.
The people are also happy with this event. “It is fun, it makes us sweaty and fun,” said Yenny, one of the participant, coming from Kedung Asem village
