Mayangan – Pemilihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) merupakan satu rangkaian dari peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Hal itupun dilakukan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo, bersiap-siap untuk melakukan seleksi pemilihan paskibraka yang nantinya akan bertugas dalam upacara peringatan hari kemerdekaan Indonesia.
Untuk pemilihan paskibraka tahun ini, difokuskan kepada siswa kelas 10 dengan tinggi badan 175-180 cm untuk putra, sedangkan 165-170 cm untuk putri. Visitasi ke sekolah-sekolah telah dijadwalkan selama tiga hari. “Mulai tanggal 28 Februari, 2 dan 3 Maret ke SMA/SMK/MA di seluruh Kota Probolinggo yang berjumlah empat puluh satu,” kata Samsul Arif, Kepala Seksi Pemuda di Bidang Pemuda dan Olahraga Dispopar. Dalam visitasi tersebut, pihak Dispopar akan dibagi dalam empat tim untuk mendatangi sekolah-sekolah tersebut. Setelah itu, akan diadakan seleksi kota yang dilaksanakan pada tanggal 5 Maret di GOR A. Yani. “Kami tidak membatasi perwakilan dari sekolah, nantinya akan kami seleksi kembali,” katanya.
Yang jadi permasalahan saat ini adalah ketiadaan tempat latihan ataupun tempat untuk upacara nantinya. “Seperti diketahui, alun-alun tidak bisa digunakan karena pengerjaan renovasi yang belum selesai, maka hari ini tadi (Rabu, 26/2) kami melakukan survei ke beberapa tempat, yakni terminal kargo, pelabuhan PPI, pelabuhan baru (pelabuhan sebelah barat), stadion Bayuangga, lapangan karya bakti, dan lapangan Yon Zipur,” kata Samsul. Dia juga menambahkan bahwa ada beberapa persyaratan dalam memutuskan tempat upacara. “Seperti adanya tiang bendera setinggi 17 meter, sesuai TAUP (tata upacara), dan kondisi lapangan yang berpaving, sehingga hentakan kaki dari pasukan pengibar terdengar,” tambahnya.
Kepala Dispopar, Budi Krisyanto juga menegaskan pentingnya tempat latihan paskibraka. “Karena tempat latihan harus sama dengan tempat upacara sehingga tidak butuh penyesuaian lagi,” katanya. Selain itu, dia juga mengatakan bahwa salah satu target dari kinerja Dispopar adalah meningkatkan prestasi pemuda yang ada di Kota Probolinggo. “Salah satu caranya dengan pemilihan paskibraka ini, untuk pelaksanaan upacara di Kota, pengiriman paskibraka ke provinsi, kalau bisa tahun ini kita bisa mengirim delegasi sampai ke tahap nasional,” tambahnya. Maka dari itu, dia meminta bantuan kepada seluruh sekolah untuk mengirimkan siswa terbaik mereka. Semua hal tersebut diatas diungkapkan pada rapat koordinasi seleksi paskibraka yang diselenggarakan oleh bidang pemuda dan olahraga di Aula Dispopar, Rabu (26/2). Dalam rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan dari setiap sekolah menengah atas yang ada di Kota Probolinggo.(antz)
Mayangan – The selection of Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka/national hoisting-flag team) is a routine activity for commemoration of Indonesian Independence day. Youth, Sport, and Tourism Agency (Dispopar) of Probolinggo city is ready to select Paskibraka that will be in charge in commemoration of Indonesia independence day.
For paskibraka selection this year, it focuses on 10 grade students whose height 175-180 cm for boys and 165-170 cm for girls. The agency will visit schools within three days. “Starting from 28 February, 2 and 3 March, we’ll go to all high schools, it is around 40 schools,” stated Samsul Arif, the head of Youth section in Youth and Sport Division of Dispopar. So, the selection team will be divided into four teams to visit them. Furthermore, the nect step of selection will be held on 5 March at A. Yani stadium. “We will not limit the number of each school representatives, we will select them in the next step,“ he added.
But, the problem now is there is no place either to train or to have commemorative ceremony in 17 August. “As we known, city square is still renovated, thus today (Wednesday, 26/2) we survey some places such as cargo terminal, PPI port, new port of Probolinggo, Bayuangga stadion, karya bakti field, and Yon Zipur field, “ Samsul stated. He also added that there are some requirements in determining the place for doing ceremony. “ The place should have a 17 meters flag pole as stated on TAUP (tata upacara/ceremonial rules), and have paved ground, so we can hear the stomping feet of the Paskibraka team,“ he added.
The head of Dispopar, Budi Krisyanto also defines the importance of the place of paskibraka training. “ Because the place for training and ceremony should be the same, so they have adapted with the situation,“ he said. Besides, he also states that one of Dispopar’s target is to improve Probolinggo city’s youth performance. “ One of the way to realize it is through this paskibraka selection, if possible, there will be our city’s representatives on provincial or national ceremony, “ he added. Therefore, he asks the best student as the representatives of each school.
Those are things that are discussed in coordination meeting of paskibraka selection held by Youth and Sport Division of Dispopar. It is placed at Dispopar hall, on Wednesday (26/2) and attended by the representatives of all Senior High School. (unofficial translation)
