Kota Probolinggo, Jawa Timur | Indonesia

Dispopar Distribusikan Bantuan Untuk Pelaku Usaha Wisata

Mayangan – Pandemi Covid-19 memberi dampak ke seluruh elemen masyarakat, tidak terkecuali sektor pariwisata. Dalam masa pandemi tersebut, destinasi wisata ditutup untuk sementara yang tentunya mengakibatkan kerugian. Bahkan, beberapa pelaku usaha pariwisata bahkan merumahkan karyawannya. Dalam data yang dikumpulkan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar), terdapat 164 karyawan pelaku usaha wisata yang dirumahkan yang berasal dari perhotelan, restoran, agen travel, dan lain sebagainya.

Kamis (04/06) kemarin, Dispopar mendistribusikan bantuan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpar&Ekraf) kepada para karyawan pelaku usaha wisata yang terdampak pandemi korona di aula kantor Dispopar. “Ini hanya perwakilan, lainnya akan didistribusikan oleh pihak Polres Kota Probolinggo,” kata Kepala Dispopar Budi Krisyanto. Untuk sisa bantuan, nantinya akan didistribusikan oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) sesuai dengan domisili penerima bantuan.

Bantuan Sembako siap didistribusikan oleh Polsek

Dia juga menjelaskan bahwa penerima bantuan kali ini telah diverifikasi oleh Kemenpar&Ekraf. Dari data yang diperoleh, hanya 111 orang sebagai penerima bantuan. Kepala Seksi Industri Pariwisata, Nur Aini menjelaskan bahwa permintaan data penerima bantuan tersebut di bulan Maret dan terverifikasi pada April lalu. “Kami tidak ikut dalam verifikasi data, kami hanya mengusulkan sesuai yang terdata di kami, dan kamipun tidak tahu kriteria untuk  menerima bantuan ini,” katanya.

Bantuan kali ini merupakan bagian dari program bantuan Selasa (Sembako dan Lauk Siap Saji) dari Kemenpar&Ekraf, yang terdiri dari beras, gula minyak, kecap, tepung, abon, sarden, dan masker.(antz/dispopar)

Mayangan – Corona pandemic impacts all of elements including tourism sector. In this pandemic era, tourism destination is closed temporary that causes some loss. Even, some tourism business workers have laid-off. Based on the data of Youth, Sport dan Tourism Agency (Dispopar), there are 164 laid-off workers, those are from hotels, restaurants, travel agents, and others

Yesterday (04/06), Dispopar distributed some donation from Tourism and Creative Economy Ministry for tourism business workers that impacted of corona in Dispopar hall. “It is only some representative, and the rest will be distributed by subprecinct Police (Polsek), based on where they live,” said the head of Dispopar, Budi Krisyanto said.

He also explained that those who received the donation had been verified by Tourism and Creative Economy Ministry. There are only 111 workers as the beneficiary. The head of Tourism Industry section of Tourism Destination Division, Nur Aini explained that data was collected on March and was verified on April. “We did not be involved in verifying data, we just collected it and sent it to the ministry, and we also did not know what the requirements to get the donation are,“ she stated.

This donation is part of Selasa (Sembako dan Lauk Siap Saji) donation program from Tourism and Creative Economy Ministry, consisting of rice, sugar, cooking oil, soy sauce, flour, shredded meat (abon), sardine, and mask. (unofficial translation)