
Mayangan – Pandemi Covid-19 telah berjalan selama kurang lebih tiga bulan. Dan kini, pemerintah mencoba menerapkan masa “New Normal”. Masa ini adalah masa dimana masyarakat diperbolehkan melakukan aktivitas seperti sediakala, tetapi tanpa mengindahkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, dengan kata lain, diharapkan masyarakat mampu hidup berdampingan dengan virus korona.
Pemerintah Kota Probolinggo, melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) pun mencoba menggiatkan kembali sektor pariwisata di Kota Probolinggo yang lumpuh. Perlu diketahui, destinasi-destinasi wisata yang ada di Kota Probolinggo telah ditutup selama pandemik ini terjadi, dan tentunya menyebabkan kerugian. Maka dari itu, Dispopar melakukan promosi wisata dengan melakukan pengambilan video di berbagai destinasi wisata di Kota Probolinggo, Kamis (04/06).
“Hal ini untuk menyatakan bahwa sektor pariwisata di Kota Probolinggo telah siap untuk dibuka kembali dan menghadapi masa “New Normal”, kata Kepala Dispopar, Budi Krisyanto. Setiap destinasi wisata telah menerapkan protokol kesehatan seperti wajib pemakaian masker, penyediaan tempat cuci tangan, penyediaan hand sanitizer, dsb.
Dalam video tersebut, digambarkan bahwa Dispopar telah siap untuk melakukan pelayanan city tour dengan menggunakan bus kecil. Dalam bus tersebut, telah ditentukan penumpang untuk menjaga jarak satu dengan lainnya, dengan duduk sendiri-sendiri. Destinasi wisata yang dikunjungi adalah Museum dr. Saleh, museum Probolinggo, Gereja Merah, TWSL, dan terakhir BeeJay Bakau Resort (BJBR).

Video ini nantinya juga akan diikutkan lomba yang digelar oleh Kementrian Dalam Negeri tentang Inovasi Pemerintah Daerah dalam Penyiapan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19. (antz/dispopar)
