
Mayangan – Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) telah menjadi kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Probolinggo. Kegiatan ini merupakan salah satu ajang untuk memperkenalkan wisata dan budaya khas Kota Probolinggo. Dimulai dari tahun 2009, logo yang digunakan selalu berbeda-beda. Maka dari itu, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo berinisiatif untuk melombakan logo Semipro.
Bekerjasama dengan Radar Bromo, Dispopar melaksanakan lomba logo Semipro. Lomba ini telah dilaksanakan pada bulan Maret lalu. Sebanyak 352 peserta dari seluruh Indonesia berpartisipasi dalam lomba ini. Bahkan ada peserta yang berasal dari Aceh dan Maluku ikut dalam lomba logo Semipro ini. Penjurian dilakukan pada akhir Maret, dengan melibatkan pihak Dispopar, pelaku seni dan Radar Bromo.
Dan dipilihlah tiga terbaik logo Semipro dalam lomba ini. Dan hari ini, Senin (06/07), diadakan penyerahan penghargaan terhadap pemenang lomba logo Semipro ini di Command Center Kantor Wali Kota Probolinggo. Adalah Ibnu Ihza Mahendra, peserta dari Kota Probolinggo yang keluar sebagai pemenang dalam lomba ini. Logo yang terpilih dianggap telah menggambarkan wisata dan budaya yang ada di Kota Probolinggo, misalnya adanya visualisasi mangga dan anggur sebagai buah khas Kota Probolinggo. Sedangkan untuk dua terbaik lainnya adalah Abdul Aziz Mujib dari Tulungagung dan Aditya Gusti dari Jogjakarta.
Rencananya, logo tersebut akan digunakan secara permanen. “Nantinya akan kami sahkan, dengan Peraturan Wali Kota,” kata kepala Dispopar, Budi Krisyanto. Dia juga mengharapkan dengan adanya logo tersebut nantinya dapat meningkatkan perekonomian di Kota Probolinggo. “Kami berharap bisa merangkul UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di Kota Probolinggo yang mampu membuat souvenir, kaos, atau ikat kepala dengan gambar logo Semipro sebagai oleh-oleh khas Kota Probolinggo, sekalian mempromosikan wisata dan budaya khas Kota Probolinggo,” katanya.
Selain piagam penghargaan, pemenang lomba ini berhak mendapatkan uang tunai senilai tiga juta rupiah dan lima ratus ribu rupiah untuk dua terbaik lainnya.(antz/dispopar)
