Kota Probolinggo, Jawa Timur | Indonesia

RAPAT KOORDINASI BAHAS TERACAK GIR SIRING

Mayangan – Sebagai penutup dalam rangkaian Peringatan Hari Jadi Kota Probolinggo ke-661 Tahun 2020, akan digelar tampilan kesenian kolosal bertajuk “Teracak Gir Siring”. Teracak Gir Siring menjadi sebuah tampilan kesenian yang diartikan “Jejak-Jejak di Tepi Laut”. Dalam kegiatan ini, rencananya akan ditampilkan beberapa tarian khas Probolinggo, misalnya Tari Kiprah Lengger, Jaran Bodhag, Reog Ponorogo. Selain itu, juga akan ditampilkan keroncong. Rencananya, kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 27 September di Pantai Permata Pilang. Rencananya akan melibatkan 200 penari yang berasal dari sanggar Bina Tari Bayu Kencana (BTBK), Mardi Budoyo dan Panji Laras.

Kepala Dispopar, Budi Krisyanto mengatakan walaupun Dispopar bukan sebagai penanggungjawab dari kegiatan ini, tapi hanya memfasilitasi dan menjadi media dalam melaksanakan kegiatan Teracak Gir Siring. “Karena Wali Kota berharap kegiatan ini terselenggara agar masyarakat mengenal destinasi wisata baru, Pantai Permata dan penggiat seni juga berkesempatan mengambil peran dalam peringatan Hari Jadi Kota Probolinggo ke-661,” katanya.

Ahmad Wahyudi, perwakilan dari Dewan Kesenian Kota Probolinggo (DKK Pro) mempertanyakan jumlah kapasitas Pantai Permata untuk menampung peserta. “Yang menjadi permasalahan adalah apakah dengan jumlah penari, pendamping, dan penonton dalam satu tempat bisa menerapkan protokol kesehatan, khususnya menjaga jarak satu sama lain sehingga pihak pemerintah kota dan pihak-pihak yang terkait tidak akan menjadi sorotan,” katanya. Dalam hal ini, Pantai Permata bisa menampung kurang lebih 750 orang.

Asisten Administrasi Pemerintahan, Paeni mengatakan bahwa pandemi Covid-19 masih belum bisa dikendalikan maka kegiatan ini harus dapat disiasati agar tidak terjadi potensi klaster baru. Walaupun konsep awal kegiatan ini akan disiarkan secara live streaming, tetapi penonton yang hadir harus tetap ada walaupun dibatasi. “Maka,  harus ada koordinasi dengan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB untuk memastikan diterapkannya protokol kesehatan,” kata Paeni. Kegiatan ini jangan sampai berpolemik karena kegiatan ini selain sebagai promosi pariwisata juga memberi kesempatan para penggiat seni untuk tampil. “Untuk jumlah peserta, lebih baik memaksimalkan 200 penari itu saja, tidak perlu ditambah, bila ingin menggambarkan usia Kota Probolinggo, cukup koreografinya membentuk angka 661, tidak perlu penari sejumlah 661,” katanya.

Semua tersebut dibahas dalam rapat koordinasi tentang pelaksanaan Teracak Gir Siring, Senin (14/09) di Aula Dispopar. Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh instansi lainnya yakni bagian Pemerintahan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), DKK Pro, dan sanggar Mardi Budoyo. (antz/dispopar)

Mayangan – To close the series of 661st Probolinggo City anniversary in 2020, a colossal art performance entitled “Teracak Gir Siring” will be held. Teracak Gir Siring is an artistic performance which means “Footprints on the Seashore”. In this event, it will show some typical Probolinggo dances, such as Kiprah Lengger Dance, Jaran Bodhag, and Reog Ponorogo. In addition, keroncong will also take part in this event. This event will be carried out on September 27 at Permata Pilang Beach. It will involve 200 dancers from sanggar Bina Tari Bayu Kencana (BTBK), Mardi Budoyo and Panji Laras.

Head of Dispopar, Budi Krisyanto, said that Dispopar is not the leader for this activity, but it only facilitated in realizing Teracak Gir Siring event. “Since the mayor hopes that this activity will lead people to know our new tourist destinations, Permata Beach and Probolinggo artists will have the opportunity to take part in commemorating the 661st Probolinggo City anniversary,” he said.

Ahmad Wahyudi, as a representative from Dewan Kesenian Kota Probolinggo (DKK Pro) questioned the capacity of Permata Beach in accommodating all participants. “Is there any chances for us to apply social distancing with the total dancers, companions, and audience in one place, so there are no problem for government city and related parties in the future,” he said. In this case, Pantai Permata can accommodate approximately 750 people.

Assistant of Governmental Affairs, Paeni said that the Covid-19 pandemic cannot be controlled yet, so this activity must be hold but it will not make a new cluster. Even though the initial concept of this event will be aired live streaming, but there are limited audience. “So, there must be coordination with the Health, Population Control and Family Planning Agency to ensure the implementation of health protocols,” said Paeni. This activity should not be polemic because it is not only part of tourism promotion, but also provides an opportunity for Probolinggo artist in performing their arts. “For the dancers, 200 dancers are enough, if you want to show number 661 as the age of Probolinggo City, we can show it on the choreography, no need 661 dancers,” he said.

All of this was discussed in a coordination meeting of Teracak Gir Siring, on Monday (14/09) at the Dispopar Hall. The coordination meeting was attended by other agencies, namely the Governmental affairs department, Communication and Informatic Agency (Diskominfo), Education and Culture Agency (Disdikbud), DKK Pro, and sanggar Mardi Budoyo.(unofficial translation)