Kota Probolinggo, Jawa Timur | Indonesia

PERINGATI HARI SANTRI, DISPOPAR ADAKAN “GAUL WIS”

Mayangan – Hari Santri diperingati pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya. Tahun ini, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo juga berpartisipasi dalam memperingati Hari Santri. Dispopar berinisiatif untuk mengikutsertakan para santri dari sejumlah pondok pesantren yang ada di Kota Probolinggo untuk mengembangkan dunia wisata. Kali ini, santri diikutkan dalam kegiatan bertajuk “Gerakan Aksi Untuk Lingkungan pariWISata (Gaul Wis )” yang direncanakan Minggu, (01/11).

Gaul Wis merupakan kegiatan bersih-bersih di tempat-tempat yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan berpotensi untuk dijadikan destinasi wisata baru. Terdapat 13 titik yang menjadi obyek kegiatan kali ini, diantaranya Pantai Permata (Pilang), Sumber Sentong (Jrebeng Wetan), Sumber Mata Air Jalil (Ketapang), Sumber Mutiara (Sumber Wetan), Sumber Ardi (perbatasan Wonoasih dan Kedopok), benteng Mayangan (Mayangan), Kampung Nila (Sukabumi), Kolam Kompag (Jrebeng Kidul), dan beberapa obyek lainnya.

Selain melibatkan santri, kegiatan ini juga melibatkan anggota Pokdarwis, paguyuban Kang Yuk, komunitas lingkungan dan masyarakat di sekitar obyek yang dituju. “Bagi Pokdarwis yang daerahnya tidak termasuk dalam obyek kali ini, mohon bergabung pada obyek terdekat,” kata kepala bidang Destinasi Pariwisata pada Dispopar, Pramito Legowo.

Rencananya Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin dan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo, Nizar Irsyad akan mengikuti kegiatan ini di Sumber Sentong. “Jadi, kami mohon, nanti Pokdarwis bisa mengkondisikan hal tersebut,” kata Pramito.

Perwakilan dari pondok pesantren mengaku siap mendukung kegiatan ini. “Kami akan mengirim 20 santri ke Sumber Jalil dan 30 orang ke Pantai Permata,” kata perwakilan pondok pesantren Riyadlush Sholihin, yang terletak di kelurahan Pilang. Dua tempat tersebut merupakan obyek terdekat dari lokasi pondok pesantren yang terletak di kelurahan Ketapang tersebut. Selain Riyadlush Sholihin, pondok pesantren lain pun siap untuk mengirim santri ke titik-titik obyek yang terdekat dengan pondok pesantren.

Semua hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi kegiatan Gaul Wis di aula pertemuan Dispopar, Selasa (20/10). Sekretaris Dispopar Mohammad Sonhadji mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan destinasi wisata Kota Probolinggo dengan melibatkan masyarakat dalam pembangunan bidang pariwisata. “Harapannya kedepan, wisata tersebut akan menjadi jujugan wisata bagi masyarakat sekitar, kalau bisa juga menjadi paket wisata yang bisa menarik wisatawan dari daerah sekitar,” katanya. (antz/dispopar)

Mayangan – Santri Day is celebrated on 22 October every year. This year, Youth, Sports and Tourism Agency (Dispopar) of Probolinggo City also participated in commemorating Santri (student of islamic boarding school) Day. Dispopar took the initiative to gather students from several Islamic boarding schools in Probolinggo City in developing Probolinggo tourism. This time, they will be involved in an activity entitled ” Gerakan Aksi Untuk Lingkungan Pariwisata (Gaul Wis)” which is planned on Sunday (01/11).

Gaul Wis is a cleaning activity in places managed by Tourism Awareness Group (Pokdarwis) which has the potential to be a new tourist destination. There are 13 places in this activity, including Pantai Permata (Pilang), Sumber Sentong (Jrebeng Wetan), Sumber Mata Air Jalil (Ketapang), Sumber Mutiara (Sumber Wetan), Sumber Ardi (at the border of Wonoasih and Kedopok), Benteng Mayangan (Mayangan), Kampung Nila (Sukabumi), Kolam Kompag (Jrebeng Kidul), and others.

Not only santri, this activity also involves members of Pokdarwis, Kang Yuk community, environmental community, and communities around the object. “For Pokdarwis whose area is not the object activity this time, please join to the closest object,” said the head of the Tourism Destinations division of Dispopar, Pramito Legowo.

Probolinggo Mayor, Habib Hadi Zainal Abidin, and the chairman of Indonesian Ulema Council (MUI) of Probolinggo city, Nizar Irsyad, will participate in this activity at Sumber Sentong. “So, we ask you to prepare it,” said Pramito.

Representatives from Islamic boarding schools said they were ready to join this activity. “We will send 20 students to Sumber Jalil and 30 students to Pantai Permata,” said the representative of the Riyadlush Sholihin Islamic boarding school. Those two places are the closest objects to the location of the boarding school which is located in the Ketapang village. Not only Riyadlush Sholihin, other Islamic boarding schools are also ready to send their students to the closest object from their school.

All those matters were discussed in the coordination meeting of “Gaul Wis” held in Dispopar hall, on Tuesday (20/10). Dispopar Secretary Mohammad Sonhadji said that this activity is an effort to develop tourist destinations of Probolinggo City by involving all elements in tourism development. “Hopefully, those places will be a tourism destination for the surroundings, if possible, it will also become a tour package that will attract tourists from other region,” he said. (unofficial translation)