
Mayangan- Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo ikut memperingati hari santri pada tanggal 22 Oktober 2020 lalu dengan melaksanakan “Gerakan Aksi untuk Lingkungan Pariwisata” yang disingkat GAUL WIS. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu (1/11) ini merupakan acara bersih-bersih di lingkungan/ tempat-tempat yang dikelola oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
Selain melibatkan para santri, kegiatan ini juga merangkul Komunitas Pecinta Lingkungan (KPL), Paguyuban Kang Yuk, Forum Masyarakat Peduli Sungai (Formalis), dan komunitas Surya Citra Bahari dengan total partisipan sebanyak 373 orang. Seluruh partisipan tersebut dibagi dalam 11 kelompok yang akan membersihkan 11 tempat wisata yang dikelola Pokdarwis yakni Pantai Permata Pilang, Sumber Mata Air Jalil, Sumber Mata Air Sentong, Sumber Mata Air Ardi, Sumber Mata Air Mutiara, Embung Jalu, Amsterdam Wiroborang, MPCB Mayangan, BPR Jrebeng Lor, Sumber Hidayah Jrebeng Kidul, dan Kampung Nila.
Sebelum bersih-bersih dimulai, Kepala Dispopar Budi Krisyanto memimpin apel di Sumber Sentong, Kelurahan Jrebeng Wetan, Kedopok. Dalam arahannya, Budi Kris menyatakan bahwa tempat wisata harus mengusung moto “BISA” yakni Bersih, Indah, Sehat dan Aman. Maka, dalam setiap tempat wisata menerapkan protokol kesehatan, dengan menyediakan tempat cuci tangan dan imbauan penerapan protokol kesehatan. “Untuk mendukung kemajuan sektor pariwisata disaat pandemi Covid-19, perlu ada kebersamaan banyak pihak,” kata Budi.

Hal tersebut selaras dengan pernyataan Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin. Wali Kota menekankan pentingnya saling dukung untuk kemajuan bersama. “Karena tanpa ada kolaborasi kebersamaan, tentunya tidak bisa melangkah sesuai dengan harapan,” katanya. Dia juga menambahkan bahwa kegiatan ini untuk memperkenalkan tempat-tempat wisata baru di Kota Probolinggo. “Kami ingin mengangkat potensi pariwisata yang ada di Kota Probolinggo dan dimasa adapatasi kebiasaan baru ini, kami mulai mengedukasi masyarakat,” tambah wali kota.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo, K.H Nizar Irsyad pun sangat mengapresiasi kegiatan pemerintah yang melibatkan pondok pesantren dan para santri didalamnya. “Biasanya Hari Santri Nasional diisi dengan kegiatan keagamaan, kali ini para santri dilibatkan dalam kegiatan GAUL Wis ini untuk berperan aktif dan ikut mempromosikan kawasan wisata, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan,” katanya. Nizar juga mengharapkan fasilitas umum sebagai kelengkapan dalam sebuah tempat wisata. “Kami meminta kepada pemerintah agar tempat wisata di 11 titik ini harus tersedia tempat ibadah, kamar mandi dan toilet bersih,” ucapnya. (antz/dispopar)
Mayangan – Youth, Sports and Tourism Office (Dispopar) of Probolinggo City participated in commemorating santri day on 22 October 2020 by implementing the “Gerakan Aksi untuk Lingkungan Pariwisata” called GAUL WIS. The activity which was held on Sunday (1/11) is to clean-up the environment managed by a tourism awareness group (Pokdarwis).
Not only santri, this activity also involves Komunitas Pecinta Lingkungan (KPL), Kang Yuk Association, Forum Masyarakat Peduli Sungai (Formalis), and Surya Citra Bahari community with a total of 373 participants. All participants were divided into 11 groups that would clean 11 places managed by Pokdarwis, namely Permata Pilang Beach, Sumber Mata Air Jalil, Sumber Mata Air Sentong, Sumber Mata Air Ardi, Sumber Mata Air Mutiara, Embung Jalu, Amsterdam Wiroborang, MPCB Mayangan, BPR Jrebeng Lor, Sumber Hidayah Jrebeng Kidul, and Kampung Nila.
Before starting the activity, the Head of Dispopar Budi Krisyanto led the ceremony at Sumber Sentong, Jrebeng Wetan Village, Kedopok. In his speech, Budi Kris stated that tourist attractions must carry “BISA” motto, abbreviated to Bersih, Indah, Sehat and Aman (Clean, Beautiful, Healthy, and Safe). Thus, each tourist destination should apply health protocols by providing hand wash sink and suggesting health protocols implementation. “To support the tourism sector during the Covid-19 pandemic, we have to be together,” said Budi.
It is similar with the statement of Probolinggo Mayor, Habib Hadi Zainal Abidin. The Mayor emphasized the importance of supporting each other for mutual progress. “Without mutual collaboration, of course, we cannot realize what we expect,” he said. He also added that this activity is to introduce new tourist attractions in Probolinggo City. “We want to develop the tourism potential of Probolinggo city and we start educating people for new normal era,” added the mayor.
The chairman of the Indonesian Ulema Council (MUI) of Probolinggo City, KH Nizar Irsyad also really appreciates government movements involving Islamic boarding schools in any activities. “Usually National Santri Day is commemorated with religious activities, but this time santri are involved in this activity and take an active role and participate in promoting tourist destination, of course by implementing health protocols,” he said. Nizar also expects tourism destination should have public services. “We ask the government that these 11 tourism destinations must be completed by praying room, bathrooms and toilets,” he said. (unofficial translation)
