
Mayangan – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo berencana untuk memiliki bangunan kantor baru. Untuk itu, Dispopar melakukan kajian untuk menganalisa kelayakan tempat-tempat yang sekira bisa dibangun kantor baru Dispopar. Maka, diadakan rapat koordinasi terkait pembangunan kantor baru Dispopar, Senin (16/11) yang dihadiri oleh pihak penyedia jasa konsultasi, CV Imaji dari Surabaya, Bappeda Litbang, Dinas PUPR dan Perkim, Dinas Perhubungan dan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan).
Dalam rapat tersebut, diungkap bahwa ada empat lokasi yang menjadi rencana lokasi pembangunan kantor Dispopar, yakni di Kawasan Wisata Studi Konservasi Pantai (KWSKP) jalan Gajah Mada (Jalur Lingkar Utara); Jalan Mastrip; sebelah Rupbasan (Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara) Jalan Anggrek, dan Balai Benih Ikan (BBI) di Jalan Lumajang, Kedungasem.

Dalam rapat koordinasi tersebut, pihak Dispertahankan selaku pemilik asset KWSKP dan BBI memberikan beberapa saran. “Mohon dipertimbangkan kembali karena untuk wilayah KWSKP itu masih tanah produktif, bila dijadikan perkantoran akan membutuhkan waktu dan dana yang tidak sedikit, membutuhkan pengurukan dan lain sebagainya,” kata Ika, perwakilan dari Dispertahankan. Untuk BBI yang ada di Jalan Lumajang, letaknya ada dipertengahan sawah sehingga akses untuk kendaraan roda empat cukup sulit. “Dan tanah disitu merupakan tanah gerak, yang nantinya berimbas pada bangunan, kami tiap tahun selalu melakukan pemeliharaan,” tambahnya.
Anggota rapat kali ini lebih cenderung memilih lokasi yang berada di jalan Mastrip. “Lebih cocok untuk perkantoran, dekat dengan dinas-dinas lain, akses jalan besar, dan juga tersedia angkutan umum,” kata perwakilan dari Dishub Kota Probolinggo.
Menurut Sekretaris Dispopar Mohammad Sonhadji, pembangunan gedung kantor baru ini diperlukan karena kantor yang dipakai sekarang, dirasa kurang layak dijadikan bangunan kantor karena bekas rumah dinas. “Pariwisata menjadi salah satu sektor prioritas dalam membenahi ekonomi yang melemah, dan kantor yang sekarang dirasa tidka optimal dalam melakukan layanan kepada masyarakat,” katanya. Maka, dengan kajian ini bisa dijadikan dasar untuk pembangunan kantor Dispopar yang baru. (antz/dispopar)
Mayangan – Youth, Sports, and Tourism agency (Dispopar) of Probolinggo City will build a new office. For this reason, Dispopar analyze the best place to build a new office. So, a coordination meeting was held related to the construction of it, on Monday (16/11) and was attended by consulting service providers, CV Imaji from Surabaya, Bappeda Litbang, PUPR and Perkim agency, Transportation agency, and Agriculture, Food Security and Fisheries agency (Dispertahankan).
There are four choices as the locations of Dispopar new office, those are Kawasan Wisata Studi Konservasi Pantai (KWSKP) Jalan Gajah Mada (North Ring Route); Jalan Mastrip; next to Rupbasan (Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara) at Jalan Anggrek, and Balai Benih Ikan (BBI) at Jalan Lumajang, Kedungasem.
In the coordination meeting, Dispertahankan as the owner of the KWSKP and BBI assets gave several suggestions. “Please reconsider since KWSKP area is still productive area, if it is used as an office it will require a lot of time and funds, it requires backfilling and so on,” said Ika, a representative from Dispertahankan. Meanwhile, BBI at Jalan Lumajang located in the middle of a rice field so the access for four-wheeled vehicles is quite difficult. “And the land is a moving ground, which will affect the buildings, we always carry out maintenance every year,” he added.
All participants of the meeting were more likely to choose a location on Jalan Mastrip. “It is more suitable for office, near to other agencies, have an access to major roads and public transportation,” said a representative of Transportation Agency.
According to the Dispopar Secretary, Mohammad Sonhadji, Dispopar needs a new building because the current office is not appropriate as an office building due to the former residence. “Tourism is one of the priority sectors in fixing the weakening economy, and the current office is not optimal in providing services,” he said. So, this study can be used as the basis for the construction of a new office.
