Kota Probolinggo, Jawa Timur | Indonesia

UPDATING DATA, UNDANG SELURUH KELURAHAN DAN KECAMATAN

Mayangan – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo selalu berupaya untuk memperbaharui data-data kepariwisataan yang ada di Kota Probolinggo. Hal tersebut terlihat dari rapat koordinasi yang dilakukan oleh Dispopar dengan seluruh instansi terkait, mulai dari ujung tombak yakni seluruh kelurahan sampai dengan instansi vertikal di luar pihak, yakni Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (10/02).

Dalam kesempatan ini,  Kepala Dispopar Budi Krisyanto mengatakan bahwa butuh bantuan dari seluruh OPD terkait, dalam hal ini kelurahan dan kecamatan untuk melakukan pendataan pariwisata yang ada di daerah masing-masing. “Hal ini juga untuk melaksanakan tupoksi dari Dispopar dalam pengembangan pariwisata,” katanya.

Updating data ini mencakupi data mulai tahun 2018 sampai dengan 2020. Data yang akan diperbarui meliputi usaha jasa pariwisata, penyediaan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), jumlah UMKM, PAD pariwisata, dan kunjungan wisatawan baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Budi berharap agar seluruh kelurahan mampu meningkatkan potensi yang ada di masing-masing wilayah. “Seperti kemarin (tahun lalu) diadakan lomba kampung tematik, jangan hanya berhenti sampai perlombaan itu selesai,tapi bagaimana agar kampung tematik itu berkelanjutan dan menjadi destinasi wisata,” katanya.

Dia juga mengusulkan agar nantinya diadakan sepeda bersama (gowes) dan mengunjungi setiap kelurahan dan melihat apakah potensi yang ada bisa dijadikan destinasi wisata baru di Kota Probolinggo. “Apakah di wilayah Anda ada sumber air, kolam pancing, atau seperti JKS itu, nanti kita lihat apakah layak untuk dijadikan destinasi wisata,” katanya.

Rapat koordinasi ini diikuti oleh sekitar 42 orang, yang berasal dari seluruh kelurahan dan kecamatan, Bappeda Litbang, BPS, Bagian Perekonomian dan Pembangunan, dan lain sebagainya. Umi Salma, Kasie Pendataan dan Informasi pada Bidang Pemasaran Pariwisata Dispopar mengharapkan dengan rapat ini akan menghasilkan data yang valid dan akurat. “Karena ada yang hanya terkesan copas (copy paste) dari data tahun sebelumnya, padahal bila pihak kita survey lapangan, ada usaha baru atau usaha yang sudah tidak beroperasi,” terangnya. Seluruh peserta rapat menyanggupi bahwa mereka akan mengumpulkan data paling lambat tanggal 10 April 2020. (antz)

Mayangan – Youth, Sport and Tourism Agency (Dispopar) of Probolinggo city always attempts to renew tourism data. It can be shown from the coordination meeting that is held by Dispopar with all related agencies such as sub-districts and Statistics Indonesia (BPS), on Monday (10/02).

In this occasion, the head of Dispopar, Budi Krisyanto states that Dispopar needs help from all of related working units, in this case all of sub-districts and districs, to collect data of tourism in each territory. “ It is also for performing mandates, tasks and functions of Dispopar in improving tourism, “ he added.

The updating data will cover data from 2018 up to 2020. Data that will be renewed are tourism service business, providing of Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), the number of UMKM, tourism of regional revenue, and tourist (local and foreigners) visits. Budi hopes that all sub-districts be able to improve the tourism potency in their respective areas. “ It is like last year when there was held thematic village competition. It is hoped that it can be a sustainable tourism destination,“ he said.

He also proposes that there will be held biking (gowes) and visiting every sub-district to notice a potency that can be managed as a new tourism destination in Probolinggo city. “Whether this region has springs, fishing pond, or just like JKS( Jati Kampung Seni, a place which has many traditional culture), we will observe whether it is worth to be a tourism destination or not,“ he added.

This coordination meeting is attended by 42 participants that come from all sub-districts and disctricts of Probolinggo city, Bappeda Litbang, BPS, Economy and Development department, and so on. Umi Salma, the head of data and information collection section of Tourism Marketing division of Dispopar hopes that this meeting will get valid and accurate data. “Since there are some of them seem only copy and paste the previous data, whereas when we survey some places directly, there are some new business or another places are no longer exist,” she stated. As a result, all participants of this meeting said they are able to collect data at least on 10 April 2020. (unofficial translation)