Kota Probolinggo, Jawa Timur | Indonesia

Dispopar Adakan Pelatihan Pembuatan Paket Wisata

Malang – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo selalu berupaya untuk ikut memulihkan perekonomian di bidang pariwisata yang terpuruk karena Covid-19. Berbagai kegiatan dilakukan untuk menyokong tujuan. Begitupun kegiatan yang dilakukan Dispopar di Malang, hari Jum’at (11/12) kemarin.

Kegiatan yang dilakukan oleh bidang Pemasaran Pariwisata Dispopar ini mengundang Pokdarwis yang ada di Kota Probolinggo. Sebanyak 42 peserta dari 14 Pokdarwis diberi pelatihan untuk mengelola daerah wisata yang ada diwilayahnya. Dalam pelatihan tersebut para peserta diajarkan bagaimana membuat paket-paket wisata yang mampu menarik wisatawan lokal hingga wisatawan mancanegara.

Heri Mujiono, salah satu narasumber dalam pelatihan tersebut menjelaskan bahwa paket wisata tersebut bisa menggabungkan kegiatan harian yang dilakukan disekitar tempat wisata tersebut. “Saya pernah membawa wisatawan ke perkebunan kopi, mengajari mereka bagaimana memetik kopi,” cerita dosen di salah satu perguruan tinggi di Malang dan juga pernah berprofesi sebagai pramuwisata tersebut. Dia juga menjelaskan bahwa untuk membuat paket wisata harus memiliki unsur-unsur wisata. “Yakni something to see (sesuatu untuk dilihat), something to do (sesuatu untuk dilakukan) dan something to buy (sesuatu untuk dibeli),” katanya.

Dalam pelatihan dua hari tersebut, beberapa Pokdarwis memiliki rencana dalam mengelola wisata yang ada di wilayahnya. Peserta dari Pokdarwis Pilang, Mahmud yang mengelola Pantai Permata mengatakan berencana untuk membuat paket Rang-Karang. “Kami berencana  mengajak wisatawan untuk mencari kerang (tebalan) yang memang banyak ditemukan di Pantai Permata dan, kerang tersebut akan dimasak langsung dan dimakan bersama sambil menikmati pemandangan matahari tenggelam,” kata Mahmud.

Kepala bidang Pemasaran Pariwisata Dispopar, Sudarso mengatakan kegiatan ini memang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemulihan ekonomi. Dia mengharapkan dengan pelatihan ini para anggota Pokdarwis mampu membuat paket wisata yang mampu menarik wisatawan dan menambah penghasilan bagi masyarakat sekitarnya. “Dengan memberdayakan masyarakat di sekitar daerah wisata, diharapkan dapat meningkatkan penghasilan dari masyarakat itu sendiri, sehingga mampu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat,” katanya._(antz/dispopar)

Youth, Sport and Tourism Agency (Dispopar) of Probolinggo city always try to help restore the economy hit hard by Covid-19. Many programs support the goals, so as what Dispopar done at Malang, on Friday (11/12)

It was held by Tourism Marketing division of Dispopar which invited Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata/Tourism Awareness Group) of Probolinggo city. There are 42 participants from 14 Pokdarwis join the training on how to manage tourist destination in their respective area. They learnt on how to make a tourism package that will attract local or foreigners.

Heri Mujiono, one of speaker explained that it will be an attractive tourism package if it can combine with daily activities of people around the tourist destination. “I have accompanied tourists to coffee plantation, teach them on how to pick coffee beans,” said this lecturer who have worked as tour guide. He also explained that tourism package should have tourism elements “Those are something to see, something to do, and something to buy,” said him.

In this two day training, some of Pokdarwis have planned in managing their own tourist destination. Representative of Pokdarwis Pilang, Mahmud that manages Permata beach planned to make Rang-karang package. “We will invite tourist to search tebalan (lingual unguis) that are easily found in Permata beach, and we will cook and eat while enjoying the sunset,’ said Mahmud.

The head of Tourism Marketing division of Dispopar, Sudarso said that this activity aims to increase community participation in economic recovery. He hoped all Pokdarwis will able to make tourism package that will attract tourist and will increase the economy of its surrounding. “By empowering people around tourist destination, it is hoped it will increase the economy, so we can recover our community economy,” he said. (unofficial translation)