Kota Probolinggo, Jawa Timur | Indonesia

Rencanakan Buka Kembali, Dispopar Adakan Monev Dua Kolam Renang

Kolam Bayuangga yang menjadi salah satu sumber PAD di sektor pariwisata

Kanigaran – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo berencana untuk membuka kembali destinasi wisata yang pengelolaannya dalam naungan Dispopar, yakni Kolam Renang Bayuangga Selama pandemik , kolam renang tersebut memang tidak dibuka sama sekali. Padahal, tiket masuk dari kolam renang Bayuangga merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Menurut data, PAD yang dihasilkan pada tahun 2020 berkurang sebanyak lima puluh persen. Biasanya, PAD dari penjualan tiket kolam renang Bayuangga menghasilkan enam ratus juta rupiah, tapi tahun kemarin hanya mendapatkan lima puluh persennya,” kata Budi Krisyanto, Kepala Dispopar Kota Probolinggo.

Selama penutupan tersebut, juga dipergunakan untuk menambah fasilitas yang ada di area kolam renang, dalam hal ini pembuatan bedak untuk penjualan souvenir dan lain sebagainya.

Selain kolam renang Bayuangga, kolam renang Olympic juga direncanakan dibuka kembali untuk umum. Beberapa waktu lalu, kolam tersebut memang sudah dibuka tetapi hanya untuk kalangan terbatas. “Kolam renang Oympic kemarin sudah dibuka tapi hanya untuk atlet dan klub saja, tidak untuk umum,” kata Tutik Purwantini, salah satu staf bidang Kepemudaan dan Olahraga pada Dispopar.

Kolam Olympic yang selama pandemi juga ditutup

Sebelumnya, kolam renang Bayuangga dan kolam Olympic telah dievaluasi oleh Dinas Kesehatan tentang kondisi air yang digunakan. “Kedua kolam tersebut rencananya akan dibuka kembali bulan depan, tapi kita masih menunggu persetujuan,” kata Plt Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Rizqy Fadillah.

Masuknya Kota Probolinggo dalam zona kuning penyebaran virus Corona-19 menjadi salah satu pertimbangan dibukanya kembali destinasi wisata di Kota Probolinggo. Tentunya, penerapan protokol kesehatan yang ketat tetap menjadi persyaratan utama yang harus dipatuhi dalam membuka kembali destinasi wisata tersebut.

Selain kedua kolam tersebut, tempat yang mengajukan evaluasi untuk pembukaan kembali adalah bioskop CGV. Minggu kemarin, juga diadakan monitoring kesiapan serta penerapan protokol kesehatan di gedung bioskop satu-satunya di Kota Probolinggo tersebut. (antz/dispopar)

 

Dispopar Holds Monitoring and Evaluation of Two Swimming Pools

Kanigaran – Youth, Sports and Tourism Agency (Dispopar) of Probolinggo City plans to reopen a tourist destination that is managed under the auspices of Dispopar, namely the Bayuangga Swimming Pool. During the pandemic, the swimming pool was not opened at all. In fact, the entrance ticket from the Bayuangga swimming pool is one source of Regional Revenue (PAD) from the tourism sector.

According to data, the PAD generated in 2020 was reduced by fifty percent. Usually, PAD from ticket sales of Bayuangga swimming pool is about six hundred million rupiah, but last year only got fifty percent of it,” said Budi Krisyanto, Head of Dispopar Probolinggo City.

During the closure, it is also used to add some facilities in the swimming pool area, such as souvenirs stall and so on.

In addition to the Bayuangga swimming pool, the Olympic swimming pool is also planned to be reopened to the public. A while ago, the pool was indeed opened but only for a limited circle. “The Olympic swimming pool was opened, but only for athletes and clubs, not for the public,” said Tutik Purwantini, one of the Dispopar officers.

Previously, the Bayuangga and Olympic swimming pool had been evaluated by the Health Agency regarding the condition of the water. “The two pools are planned to reopen next month, but we are still waiting for approval,” said Acting Head of Tourism Destinations, Rizqy Fadillah.

Probolinggo City that was in yellow zone for the spread of the Corona-19 virus is one of the considerations for reopening of tourist destinations. Of course, the implementation of health protocols is still the main requirement to reopen these tourist destinations.

In addition to the two pools, the place that submitted for reopening evaluation was the CGV cinema. Last week, there was also a monitoring of readiness and implementation of health protocols at the only one cinema in Probolinggo City. (unofficial translation)