Kota Probolinggo, Jawa Timur | Indonesia

Susun Kalender Event, Dispopar Adakan Rakor

Kanigaran – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo selalu membuat kalender setiap tahunnya. Tahun lalu, dikarenakan pandemic covid-19, banyak kegiatan yang sudah terjadwal tapi tidak bisa dilaksanakan. Tahun ini, walaupun pandemik belum berakhir, Dispopar tetap akan membuat kalender event. Maka dari itu, diadakanlah rapat yang dihadiri oleh seluruh pejabat Dispopar, Rabu (14/04) dan Senin (19/04) di Aula pertemuan Dispopar.

Kepala Dispopar, Budi Krisyanto menjelaskan bahwa rapat ini bertujuan untuk mengingatkan kembali salah satu tanggung jawab Dispopar. “Bagaimana kota kita menjadi perhatian, menjadi menarik untuk didatangi dan disinggahi, atau membuat kerasan orang yang datang,” katanya. Dia juga menjelaskan bahwa Kemenparekraf telah menghimbau untuk melakukan wisata lokal dan tidak memaksakan keluar daerah. “Maka, kita harus tetap berkomitmen untuk menyiapkan sebuah kalender event supaya masyarakat tetap tinggal didalam kota dan menikmati kegiatan-kegiatan yang ada,” jelasnya. Kepala Dispopar pun menghendaki agar dibentuk tim dalam menyusun kalender event yang melibatkan semua bidang yang ada di Dispopar.

Dalam rapat tersebut, Kepala Seksi Pendataan dan Informasi pada bidang Pemasaran Pariwisata (PP), Umi Salma menjelaskan bahwa Dispopar telah berkirim surat ke seluruh OPD untuk menjaring kegiatan menarik yang sekiranya bisa dimasukkan dalam kalender event. “Hanya sebagian yang merespon, walaupun dengan jawaban nihil,” katanya. Selain itu, ada beberapa Pokdarwis yang akan mengadakan kegiatan di tempat wisata yang mereka kelola, misalnya festival ikan bakar dan lomba Tiktok yang diadakan oleh Pokdarwis Pantai Permata.

Selama dua rapat yang dilaksanakan, terdapat beberapa ide kreatif yang bisa dijadikan suatu event menarik. “Bagaimana bila kita memperingati hari Pariwisata yang jatuh pada tanggal 27 September, karena selama ini kita belum pernah memperingatinya,” kata Novi Artitik, Kepala Seksi Destinasi Wisata pada Bidang Destinasi Pariwisata. Menanggapi hal tersebut, Umi Salma mengusulkan untuk digabung dalam peringatan Hari Jadi Kota Probolinggo dalam sebuah kegiatan bertajuk “Impressive Probolinggo City festival.”

Nantinya, akan diadakan rakor terakhir untuk memantapkan kegiatan-kegiatan yang akan dimasukkan dalam kalender event dan hasilnya akan dilaporkan ke wali kota. (antz/dispopar)

 

Arrange Event Calendar, Dispopar Holds Coordination Meeting

Kanigaran – Youth, Sports and Tourism Agency (Dispopar) of Probolinggo City always makes an event calendar every year. Last year, due to the COVID-19 pandemic, many activities were scheduled but it is cancelled. This year, even though the pandemic has not ended, Dispopar will still make an event calendar. Therefore, a meeting was held which was attended by all Dispopar officials, on Wednesday (14/04) and on Monday (19/04) in the Dispopar meeting hall.

Head of Dispopar, Budi Krisyanto explained that this meeting was intended to remind it as one of the Dispopar responsibilities. “On how our city has an attention, become interesting to visit and to stay, or to make visitors feel at home,” he said. He also explained that the Ministry of Tourism and Creative Economy has command to do local traveling and not to travel out of town. “So, we must commit to preparing an event calendar so that people can stay in the city and enjoy the events,” he explained. The Head of Dispopar also needs a team in compiling all events involving all departments of Dispopar.

In the meeting, Head of the Data Collection and Information Section of Tourism Marketing (PP) department, Umi Salma explained that Dispopar had asked to all working units which may have interesting activities that could be included in the event calendar. “Only some responded, although with zero event,” she said. In addition, there are several Pokdarwis (tourism awareness group) who will hold activities at the tourist attractions they manage, such as festival Ikan Bakar (grilled fish festival) and Tiktok competition held by Pokdarwis of Pantai Permata.

During those two meetings held, there were several creative ideas that could be turned into an interesting event. “What if we commemorate Tourism Day which is on September 27th, since we have never commemorated it so far,” said Novi Artitik, Head of the Tourism Destinations Section of the Tourism Destinations department. In response to this, Umi Salma proposed that it can be joined in the commemoration of the Anniversary of Probolinggo City in an event entitled “Impressive Probolinggo City festival.”

Later, a final coordination meeting will be held to strengthen the events that will be included in the event calendar and the results will be reported to the Probolinggo mayor. (unofficial translation)