
Mayangan – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo terus berupaya untuk menghidupkan kembali sector pariwisata yang melesu karena pandemi. Tidak hanya mendorong masyarakat untuk berwisata, tetapi juga menguatkan pengetahuan sumber daya manusia yang mengelola tempat-tempat wisata di Kota Probolinggo. Hal tersebut diaplikasikan dalam pelatihan Tata Kelola, Bisnis dan Pemasaran destinasi Wisata yang digelar pada Senin (14/06) di Hotel Paseban Sena.
Plt. Kepala Bidang Destinasi Pariwisata pada Dispopar, Rizqi Fadillah menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuann wawasan kepariwisataan agar lebih produktif, inovatif dalam memajukan sector pariwisata baik destinasi maupun industry pariwisata di Kota Probolinggo. “Kegiatan ini juga sebagai komitmen pemerintah untuk memberikan ruang berlatih dan diskusi bagi pelaku pariwisata sehingga diharapakan melalui media ini para pelaku wisata bisa saling bertukar pikiran dan menemukan solusi atas kendala yang terjadi di lapangan,” tambahnya.
Dia juga menambahkan, seperti pembangunan lainnya, pengembangan pariwisata juga harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, swasta dan masyarakat. “Maka, seluruh elemen harus saling bersinergi dan melangkah bersama-sama untuk mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan yang disepakati,” jelasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang yang berkecimpung dalam bidang pariwisata diantaranya pengelola destinasi wisata, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan pemandu wisata. Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari. “Untuk hari terakhir, peserta diajak untuk studi lapangan (field trip) ke kota Batu,” tambah, Kiki, biasa dia disapa. Pelatihan ini mendatangkan narasumber dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, dosen Universitas Airlangga dan juga ketua Pokdarwis provinsi Jawa Timur. (antz/dispopar)
Dispopar Holds Tourism Management Training
Mayangan – Youth, Sports and Tourism Agency (Dispopar)of Probolinggo City continues to revive the slumped tourism sector due to the pandemic. Not only encouraging people to travel, but it also improves the knowledge of human resources who manage tourist attractions of Probolinggo City. This was shown in training of development, Business and Marketing tourist destination which was held on Monday (14/06) at the Paseban Sena Hotel.
Acting head of Tourism Destinations department of Dispopar, Rizqi Fadillah explained that this activity aims to improve the tourism knowlegde in order to be more productive, innovative in developing tourism sector, both tourist destinations and the tourism industry in Probolinggo City. “This activity is also the commitment of government to provide training and discussion session for tourism actors so that through this media, tourism actors can exchange ideas and find solutions for their problem,” she added.
She also added that, like other developments, tourism development must also involve all stakeholders, including the government, the private sector and the community. “So, all elements must synergize with each other and move together to realize the development goals,” she explained.
This activity was attended by 40 people who work in tourism sector including tourist destination managers, Tourism Awareness Groups (Pokdarwis), and tour guides. This activity was carried out for three days. “For the last day, participants will take a field trip to Batu city,” added Kiki, as she is usually called. These training speakers are from the Culture and Tourism agency of East Java Provincial government, lecturer from Airlangga University and leader of the Pokdarwis of East Java province. (unofficial translation)
