Kota Probolinggo, Jawa Timur | Indonesia

Dispopar Adakan Pelatihan untuk Pemandu Wisata


Mayangan – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo mengadakan pelatihan untuk pemandu di wisata buatan (taman rekreasi/taman bermain), hari ini Senin (6/12) di Orin Hall, Kota Probolinggo.
Dalam pelatihan ini, peserta akan diberikan pemahaman tentang bagaimana merencanakan dan melaksanakan kegiatan wahana permainan di taman rekreasi dan cara menangani kondisi darurat di taman rekreasi. Menurut Kepala Bidang Destinasi Pariwisata , Sugeng Harijanto mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi sumber daya manusiadi taman rekreasi. “Agar dapat meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan pemanduan wisata kepada wisatawan,” katanya.
Kepala Dispopar, Budi Krisyanto bahwa waktu pelatihan ini sangat tepat karena setelah nanti pemerintah menurunkan status PPKM dari level 2 ke level 1 maka kota probolinggo akan menjadi tujuan wisata baik oleh wisatawan lokal maupun dari luar kota probolinggo. “Dalam situasi ini, saya berharap para pelaku pariwisata jangan kehilangan semangat, harus tetap optimis. jangan terbawa arus kesedihan dan keterpurukan. momentum ini kita gunakan untuk melakukan konsolidasi untuk membangun pariwisata BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman),” katanya.

Menurut Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Ekraf pada bidang PP, Rizki Fadillah mengatakan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta. “terdiri dari perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pengelola destinasi wisata, pondok pesantren serta Himpunan Pramu Wisata Indonesia (HPI) Kota Probolinggo,” katanya. Rizki juga mengatakan bahwa kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari kedepan. “sampai tanggal 8 Desember,” tutupnya. (antz/dispopar)

Dispopar Holds Training for Tour Guides
Mayangan – Probolinggo City Youth, Sports and Tourism Agency (Dispopar) held training for guides of artificial tourism (amusement parks), on Monday (6/12) at Orin Hall, Probolinggo City.
In this training, participants will be given an understanding of how to plan and to manage the rides in amusement parks and how to handle emergency conditions in it. According to the Head of the Tourism Destinations Department, Sugeng Harijanto, this activity aims to give more knowledge, motivation, and competence of human resources in amusement parks. “In order to improve the professionalism and the quality of tour guide,” he said.
The Head of Dispopar, Budi Krisyanto, said that it is the perfect timing to hold this training since Probolinggo city would become a tourist destination for both local and foreign tourists if it has lower status of PPKM (public activity restriction). “In this situation, I hope that tourism activists do not lose their hope, they must optimist. Don’t get carried away by sadness and depression. We use this momentum to consolidate to build BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman/Clean, Beautiful, Healthy and Safe) tourism,” he said.
According to the Head of the Community Empowerment and Creative Economy Section of Tourism Destination Department, Rizki Fadillah said that this activity was attended by 40 participants. “It consists of representatives of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis), managers of tourist destinations, Islamic boarding schools and the Indonesian Tourist Guide Association (HPI) of Probolinggo City,” he said. Rizki also said that this activity would last for the next three days. “Until December 8th,” she concluded.(unofficial translation)