Kota Probolinggo, Jawa Timur | Indonesia

Dispopar Ikuti FGD Penyusunan RIPPARDA

Malang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Probolinggo sedang menyusun Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Pemerintah Daerah (RIPPARDA). Maka, DPRD mengundang Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) untuk bergabung dalam Forum Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Merdeka (UNMER), Malang sebagai rekanan dalam menyusun RIPPARDA, pada tanggal 23-24 Januari.
Diterima langsung oleh dekan FISIP Unmer, Sukardi, FGD berjalan dengan santai. “FGD kali ini memang bertujuan untuk mendapatkan masukan dari dinas teknis, yang berhubungan langsung dengan pariwisata,” katanya. Dosen FISIP, Supriyadi selaku penanggung jawab dari kajian penyusunan RIPPARDA menjelaskan konsep RIPPARDA yang telah terdiri dari 78 pasal dan 10 bab. “Sebenarnya judul yang diusulkan oleh DPRD Kota Probolinggo agak kurang mewakili hal yang dibahas dalam draft, judul yang lebih sesuai adalah Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Pemerintah Daerah, tetapi karena menyangkut dengan Prolegda DPRD Kota Probolinggo dan anggaran, maka judul akan disesuaikan dengan usulan,” kata Supriyadi. Dia juga menjelaskan bahwa rencana induk selayaknya mempunyai rentang waktu yang telah ditentukan.
Pihak Dispopar pun memberikan beberapa masukan terhadap draft Ripparda tersebut. “Alangkah baiknya BJBR, Patung Kuda Troya, dan Gembok Cinta dijadikan satu kawasan yakni Kawasan Pantai Mayangan karena semua tempat itu masih dalam satu kawasan,” kata Tri Setyo Anggodo, kepala Seksi Pengembangan Pasar dan Kerjasama.
Dia juga menyarankan agar tim penyusun untuk melakukan tinjauan lapangan secara langsung ke Kota Probolinggo. “Sehingga tahu persis bagaimana kondisi pariwisata di Kota Probolinggo,” tambahnya. (antz/dispopar)

The Probolinggo City Regional People’s Representative Council (DPRD) is currently preparing the Regional Government Tourism Development Master Plan (RIPPARDA). So, the DPRD invited the Youth, Sports and Tourism Office (Dispopar) to join the Forum Group Discussion (FGD) which was held at the Faculty of Social and Political Sciences (FISIP) Universitas Merdeka (UNMER), Malang as a partner in preparing RIPPARDA, on 23 -24 January.

 Welcomed directly by the dean of FISIP Unmer, Sukardi, the FGD went smoothly. “This FGD really aims to get input from the technical department, which is directly related to tourism,” he said. FISIP lecturer, Supriyadi as the person in charge of the study on the preparation of RIPPARDA explained the concept of RIPPARDA which consisted of 78 articles and 10 chapters. “Actually, the title proposed by the DPRD Probolinggo City is somewhat less representative of the things discussed in the draft, a more appropriate title is the Regional Government Tourism Development Master Plan, but because it relates to Prolegda of the DPRD Probolinggo City and the budget, the title will be adjusted according to the proposal,” he said. Supriyadi. He also explained that the master plan should have a predetermined timeframe.

 Dispopar also provided some input on the Ripparda draft. “It would be nice if BJBR, Patung Kuda Troya (Trojan Horse Statue), and Gembok Cinta place  were made into one area, namely the Pantai Mayangan Area because all of these places are still in one area,” said Tri Setyo Anggodo, head of the Market Development and Cooperation Section.

He also suggested that the production team should conduct the field trip directly to Probolinggo City. “So we know how the condition of tourism in Probolinggo City is,” he added.