Kota Probolinggo, Jawa Timur | Indonesia

Lagi, Turis penuhi Halaman Museum Probolinggo

Kanigaran – Terlihat kerumunan di halaman Museum Probolinggo.  para tukang becak dengan kaos putih merah yang identik dengan orang Madura. Tak hanya becak, juga ada bis yang terparkir diluar pagar. Hari itu (05/12) memang ada kunjungan wisatawan mancanegara yang datang di Kota Probolinggo. wisatawan tersebut merupakan penumpang dari kapal pesiar Westerdam (Holland America Line) yang sedang bersandar di pelabuhan Tanjung Tembaga, Probolinggo.

Probo Samudro, perwakilan dari travel agen, mengatakan kapal pesiar kali ini membawa 1200 penumpang. “Sebanyak 200 penumpang akan mengikuti paket  city tour, yang akan ikut tur mengelilingi Kota Probolinggo dengan menggunakan becak,” katanya.

Dia juga menjelaskan bahwa untuk penumpang yang tidak ikut dalam paket city tour, tetap diperbolehkan untuk turun dari kapal. “Kami menyiapkan bis shuttle yang akan ngedrop mereka (wisatawan) di Paseban Sena sebagai titik kumpul, jadi terserah mereka mau kemana.” katanya.

Para wisatawan yang mengikuti city tour akan dibawa ke klenteng Tri Dharma  “Sumber Naga” dengan menggunakan bis. Setelah itu, mereka berganti menggunakan becak menuju alun-alun dan Gereja Merah. Kemudian, mereka akan menikmati tampilan kesenian dan mencicipi kue khas Kota Probolinggo. kali ini, makanan yang disajikan adalah dadar gulung, onde-onde dan kroket.

Banyak reaksi yang didapat setelah mencicipi kue khas tersebut. “What is this little guy?” Tanya salah satu wisatawan sembari menunjuk onde-onde yang memang berbentuk mini. Dengan tersenyum, para pegawai Dispopar yang bertugas pun mendeskripsikan kue tersebut. Salah satu staf kapal pesiar pun terlihat antusias mencicipi kue. “Ah, I knew this. I love it,” katanya sembari mencomot satu kue dadar gulung, dan mengambil lagi sambil tertawa.

Setelah itu, wisatawan tersebut akan menuju pasar tradisional dan UKM batik. “Kali ini, untuk UKM batik, kami pilih dua tempat, yakni batik Manggur di Triwung Kidul, dan batik Zahra di jalan Wahidin,” kata Marcel, salah satu pemandu wisata yang bertugas hari itu. (antz/dispopar)