
Kanigaran – Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) terus memperkuat transformasi digital di sektor pariwisata melalui inovasi Si Juwita Malam (Sistem Informasi Kunjungan Wisatawan Mancanegara dan Dalam Negeri). Aplikasi berbasis Android tersebut menjadi sarana pelaporan kunjungan wisatawan secara elektronik oleh hotel, penginapan, homestay, maupun pengelola destinasi wisata sehingga data yang dihasilkan lebih cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Probolinggo, Muhammad Abas, mengatakan keberadaan Si Juwita Malam merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mendukung pembangunan sektor pariwisata berbasis data.
“Data kunjungan wisatawan merupakan fondasi penting dalam menyusun kebijakan pembangunan pariwisata. Melalui Si Juwita Malam, proses pelaporan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini telah bertransformasi menjadi sistem digital yang lebih cepat, akurat, dan efisien. Hal ini akan membantu pemerintah dalam mengambil keputusan yang tepat berdasarkan data yang valid,” ujarnya.
Menurut Abas, sebelum aplikasi tersebut dikembangkan, pelaporan kunjungan wisatawan masih dilakukan menggunakan formulir manual sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk proses rekapitulasi dan berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan. Kondisi tersebut menyulitkan pemerintah daerah dalam memperoleh gambaran perkembangan sektor pariwisata secara cepat.
Melalui Si Juwita Malam, seluruh data kunjungan wisatawan dikirim secara daring oleh pelaku usaha pariwisata ke sistem Dispopar. Selanjutnya, data akan divalidasi dan direkapitulasi secara otomatis sehingga menghasilkan dashboard statistik yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan kebijakan, evaluasi program promosi wisata, hingga pengembangan destinasi wisata di Kota Probolinggo.
Abas menjelaskan, implementasi aplikasi yang mulai diperkenalkan pada 2018 terus mengalami penyempurnaan. Sejak 2021, seluruh mitra pelapor telah menggunakan aplikasi tersebut sehingga pelaporan kunjungan wisatawan telah dilakukan sepenuhnya secara digital.
“Transformasi digital ini bukan hanya mempermudah pemerintah memperoleh data, tetapi juga memberikan kemudahan bagi pelaku usaha pariwisata karena proses pelaporan menjadi lebih sederhana tanpa harus menggunakan dokumen manual. Kolaborasi yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci tersedianya data statistik kepariwisataan yang berkualitas,” katanya.
Ia menambahkan, data yang dihasilkan melalui Si Juwita Malam menjadi instrumen penting dalam mendukung kebijakan pembangunan pariwisata yang lebih terarah. Dengan informasi yang diperoleh secara real time, pemerintah dapat memetakan tren kunjungan wisatawan, mengevaluasi efektivitas promosi daerah, serta merumuskan program pengembangan destinasi yang sesuai dengan kebutuhan.
Selain mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan transparan, inovasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sektor pariwisata sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal melalui pengembangan destinasi yang berbasis kebutuhan dan potensi riil di lapangan.
“Ke depan kami akan terus melakukan pengembangan sistem agar mampu mengakomodasi kebutuhan data yang semakin lengkap, meningkatkan keamanan aplikasi, serta memperkuat analisis sektor pariwisata. Harapannya, Si Juwita Malam menjadi salah satu fondasi dalam mewujudkan tata kelola pariwisata Kota Probolinggo yang modern, berbasis teknologi, dan berorientasi pada pelayanan publik,” pungkas Muhammad Abas.(dispopar)

