
Kanigaran – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo terus memperkuat daya saing sektor pariwisata melalui inovasi LARASATI (Jelajah Rasa Nikmati Seni). Inovasi ini mengintegrasikan promosi wisata, kuliner, seni budaya, dan ekonomi kreatif dalam satu rangkaian kegiatan sehingga mampu menghadirkan pengalaman wisata yang lebih lengkap bagi masyarakat maupun wisatawan.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Probolinggo, Muhammad Abas, mengatakan LARASATI lahir sebagai jawaban atas kebutuhan untuk menyatukan berbagai potensi unggulan Kota Probolinggo yang selama ini masih dipromosikan secara terpisah.
“LARASATI bukan sekadar kegiatan hiburan, tetapi merupakan inovasi yang menggabungkan wisata kuliner, seni budaya, promosi destinasi wisata, serta produk ekonomi kreatif dalam satu wadah. Dengan konsep ini, masyarakat dapat menikmati pengalaman wisata yang lebih utuh, sementara pelaku UMKM dan seniman memperoleh ruang promosi yang lebih luas,” ujar Muhammad Abas.
Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata saat ini tidak cukup hanya mengandalkan objek wisata. Wisatawan kini mencari pengalaman yang memadukan cita rasa kuliner, atraksi budaya, serta interaksi langsung dengan masyarakat lokal. Karena itu, LARASATI dirancang sebagai agenda kolaboratif yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, media, dan masyarakat melalui pendekatan Pentahelix.
Ia menjelaskan, sebelum inovasi ini diterapkan, promosi pariwisata, kuliner, seni budaya, dan ekonomi kreatif masih berjalan secara sektoral sehingga dampaknya belum maksimal terhadap peningkatan kunjungan wisata maupun pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui LARASATI, seluruh potensi tersebut dipromosikan secara terpadu sehingga mampu memperkuat identitas Kota Probolinggo sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif.
“LARASATI menjadi ruang bersama bagi UMKM kuliner, pelaku ekonomi kreatif, komunitas seni, hingga masyarakat untuk tumbuh bersama. Kami ingin setiap penyelenggaraan kegiatan memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, Dispopar melakukan identifikasi potensi wisata dan ekonomi kreatif, menggandeng berbagai pemangku kepentingan, menyeleksi peserta UMKM dan komunitas seni, melaksanakan promosi melalui berbagai media, hingga melakukan evaluasi sebagai dasar penyempurnaan kegiatan berikutnya. LARASATI juga telah masuk dalam kalender event Kota Probolinggo sehingga dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Muhammad Abas berharap inovasi tersebut mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, memperluas promosi kuliner khas daerah, membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat citra Kota Probolinggo sebagai kota yang kaya akan seni, budaya, dan kreativitas.
“Harapan kami, setiap masyarakat yang datang ke Kota Probolinggo tidak hanya menikmati destinasinya, tetapi juga merasakan kekayaan kuliner, menyaksikan pertunjukan seni budaya, dan mengenal produk ekonomi kreatif daerah. Inilah semangat LARASATI, yaitu menghadirkan pengalaman wisata yang lengkap dan berkesan,” pungkasnya. (dispopar)

Desain tanpa judul – 1
