Kota Probolinggo, Jawa Timur | Indonesia

Beberapa Hal yang Dilakukan Dispopar Saat Pandemi


Surabaya – Pandemi belum berakhir, tetapi pemerintah diharuskan untuk mampu meningkatkan perekonomian masyarakat yang terpuruk. Begitupun yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Probolinggo, yang memerintahkan agar semua pihak mampu mendukung semua kegiatan pemerintah dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat.
Begitupun yang dilakukan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo. berbagai bantuan dan kegiatan telah dilakukan selama pandemik berlangsung. “Pemerintah Kota Probolinggo memberikan tax holiday (pembebasan pajak) kepada pelaku usaha pariwisata seperti hotel dan restoran selama tiga bulan, mulai April sampai dengan Juni,” kata Kepala Dispopar, Budi Krisyanto.
Selain itu, Dispopar juga membantu untuk memfasilitasi pendaftaran Kartu Pra kerja bagi para karyawan UJP yang terdampak pandemic, memfasilitasi penyaluran bantuan peralatan cuci tangan (wastafel) dari Dinas pekerjaan Umum dan Bank Jatim bagi beberapa Pokdarwis yang ada di Kota Probolinggo.
Dispopar juga melakukan berbagai pelatihan dan pendampingan bagi Pokdarwis dan pengelola DTW. “Kami melakukan pembinaan Ekraf, Pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata Tahun 2020, Pelatihan Manajemen Homestay Tahun 2020, Pembinaan Usaha Jasa Pariwisata, Pelatihan Pembuatan Paket Wisata, dan awal tahun ini kami melakukan Sosialisasi Kota Sehat Tatanan Kawasan Pariwisata Sehat,” kata Budi Kris.
Semua hal tersebut diungkap kepala Dispopar dalam sebuah talkshow (04/05) yang disiarkan secara langsung oleh JTV bersama Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin dan kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian, Fitriawati. Dalam talkshow yang bertema “Wisata Sehat, UMKM Menggeliat, Ekonomi Kota Probolinggo Bangkit” tersebut, mereka berbicara tentang strategi-strategi yang dilakukan Pemerintah Kota Probolinggo dalam meningkatkan perekonomian di era pandemi. “Pemerintah berkomitmen untuk tetap membuka layanan DTW (Daya Tarik Wisata) tetapi dengan protokol kesehatan yang ketat. Masyarakat dan pengelola harus sadar untuk melakukan hal tersebut,” kata kepala Dispopar. Budi juga mengatakan hal ini bisa menjadi langkah untuk memantapkan wisata lokal dan berkolaborasi dengan UMKM lokal sehingga mampu meningkatkan perekonomian lokal.
“Kami mengajak masyarakat untuk mengubah kebiasaan lama ke kebiasaan baru yakni dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, jangan sampai berwisata ke DTW menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19,” kata wali kota Probolinggo. (antz/dispopar)

 

Dispopar does Many Things during Pandemic

Surabaya – The pandemic is not over, but the government is required to be able to improve the slumped economy. Likewise, Probolinggo City Government has asked all parties to support all government activities in improving the community’s economy.

Youth, Sports and Tourism agency (Dispopar) of Probolinggo City did the same way. Many supports and activities have been carried out during the pandemic. “The Probolinggo City Government provides a tax holiday (tax exemption) to tourism businesses such as hotels and restaurants for three months, from April to June,” said Head of Dispopar, Budi Krisyanto.

In addition, Dispopar also helped to facilitate the registration of Pre-employment Cards (Kartu Pra Kerja) for employees who were affected by the pandemic, facilitated the distribution of hand washing equipment (sink) assistance from the Public Works Agency and Bank Jatim for several Pokdarwis of Probolinggo City.

Dispopar also conducts various training and mentoring for Pokdarwis and tourist destination (DTW) managers. “We conducted Creative Economy training, Tourism Destination Management Training in 2020, Homestay Management Training in 2020, Tourism Service Business training, Tourism Package Training, and we carried out Dissemination of Healthy City Arrangements for Healthy Tourism Areas in early this year,” said Budi Kris.

All of this was said by the Head of Dispopar in a talk show (04/05) which was broadcasted live by JTV with the Mayor of Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin and the head of the Cooperatives, Micro Business, Trade and Industry Agency, Fitriawati. In the talkshow with the theme “Healthy Tourism, SMEs Awakening, Probolinggo City’s Economy Rises”, they talked about the strategies of Probolinggo City Government that has been done in improving the economy in pandemic era. “The government is committed to open DTW (Tourist Attraction) continuously but with applying health protocols strictly. The community and management must be aware to do this,” said the head of Dispopar. Budi also said this could be a way to strengthen local tourism and to collaborate with local SMEs to improve the local economy.

“We invite people to change old habits to new habits, by implementing strict health protocols, do not let traveling causes new clusters of Covid-19,” said the mayor of Probolinggo. (unofficial translation)