Kota Probolinggo, Jawa Timur | Indonesia

Dispopar Adakan Pelatihan Kuliner

Kanigaran – Kuliner menjadi bagian penunjang penting dari pariwisata, sama dengan hotel dan restoran. Kuliner khas bisa menjadi daya tarik suatu daerah. Pelaku usaha kuliner harus benar-benar memperhatikan proses pembuatan mulai dari penyediaan bahan baku, pengolahan bahan baku, pengolahan masakan dan pengemasannya yang nantinya dapat dijadikan paket wisata yang sangata menarik dan digemari masyarakat khususnya wisatawan yang berkunjung ke Kota Probolinggo.

Hal tersebut diungkapkan oleh Asisten Administrasi Umum, Budiono Wirawan pada pembukaan pelatihan Peningkatan Inovasi dan Higienitas sajian Kuliner, Selasa (14/06) di Ombass Café diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo. selain itu, dia juga mengimbau kepada para pelaku usaha untuk memperhatikan kualitas kebersihan makanan yang dijajakan dan disajikan bagi pengunjung. “Nantinya, kenangan akan kuliner Kota Probolinggo mampu membuat rasa rindu bagi siapapun untuk kembali berkunjung ke Kota Probolinggo,” katanya.

Plt. Kepala Dispopar, Fadjar Poernomo juga mengatakan pelaku kuliner harus mampu berinovasi sehingga mampu bersaing dengan pelaku kuliner lainnya. “Mengingat persaingan saat ini, maka perlu digali kemampuannya sehingga dapat berinovasi dan bisa menarik wisatawan. dan semoga bisa menciptakan makanan khas Kota Probolinggo,” katanya.

Dalam pelatihan ini, para peserta ditantang untuk menyajikan masakan yang mampu menarik minat para tamu untuk mencobanya. Pelatihan ini mendatangkan narasumber dari Persatuan Chef Profesional Indonesia (PCPI) dan chef instruktur dari The Sages International Culinary Institute of Surabaya. Pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta. “Terdiri dari UKM kuliner dan juga melibatkan pondok pesantren yang mempunyai produk kuliner, harapannya pondok pesantren mampu mempunyai produk yag mampu berdaya saing,” tambah Fadjar. (antz/dispopar)

Kanigaran – Culinary is important amenity of tourism, same as hotels or restaurants. Specific culinary can become tourist attraction of certain place. Culinary businessmen should be more attentive to the making process, starting the raw materials, cooking and packaging process if it will made an interesting tourism package, especially for the tourist who come to Probolinggo city.

Those was revealed by general administration assistant, Budiono Wirawan in the opening of Innovation and Hygiene on Culinary Training, on Tuesday (14/06) at Ombass Café which was held by Youth, Sport and Tourism Agency (Dispopar) of Probolinggo city. Moreover, he suggested to culinary businessmen to pay more attention for the hygiene. “Then, the unique taste of Probolinggo culinary will make some memories for everyone and it will make they want to come again to Probolinggo city,” he said.

Acting Head of Dispopar, Fadjar Poernomo said culinary actors should be able to innovate and to compete with others. “Seeing the competition nowadays, so having ability to make innovation is a must, and it will attract tourists and be able to create specific culinary of Probolinggo city,” he said.

In this training, the participants dared to serve interesting food, and the visitors will taste it. The speakers in this training were from Persatuan Chaf Profesional Indonesia (PCPI) and instructor chef of The Sages International Culinary Institute of Surabaya. There were 40 participants this time. “(It) consisting of culinary SMEs and Islamic boarding school which has culinary products, in order to make them have more competitive products,” added Fadjar. (unofficial translation)