Kota Probolinggo, Jawa Timur | Indonesia

Dispopar Adakan Pelatihan Mitigasi Bencana

Mayangan – “Pariwisata merupakan kegiatan yang memberikan kesenangan dan kenikmatan, karena kegiatannya bertujuan memberikan beragam aktifitas secara santai tanpa menguras tenaga. Walaupun pariwisata identik dengan kesenangan, namun kegiatan ini juga memiliki resiko,” kata Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo,Budi Krisyanto pada pembukaan pelatihan mitigasi bencana di Destinasi Wisata, Jum’at (12/11) lalu di Gedung Bale Hinggil, Kota Probolinggo
Dia juga menambahkan pariwisata belakangan ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan karena berkaitan erat dengan kegiatan sosial dan ekonomi yang dapat dinikmati serta menjadi salah satu cara manusia melakukan sosialisasi. “Maka, pengelola tempat wisata harus memberikan jaminan keamanan dan keselamatan pengunjung,” tambahnya.
Dalam pelatihan ini, peserta diberikan pengetahuan tentang manajemen resiko bencana, mitigasi bencana dan pengelolaan krisis kepariwisataan akibat bencana dan peran serta masyarakat pada program pengurangan resiko bencana.
Selain materi pelatihan, peserta diajari praktek tentang manajemen resiko dimana para peserta diberikan bekal pemantapan psikis selaku pengelola destinasi wisata untuk selalu siap siaga menghadapi kondisi darurat dan potensi bencana serta memahami prosedur penanganannya. Praktek dilaksanakan di Pantai Permata Pilang dan peserta diajarkan bagaimana memetakan potensi wisata, potensi bencana dan menajemen resiko serta penanganannya. “Sehingga mampu memberikan rasa nyaman dan aman kepada para pengunjung,” jelas kepala Dispopar. (antz/dispopar)

Dispopar Holds Disaster Mitigation Training
Mayangan – “Tourism is an activity that gives pleasure and enjoyment, because its activities aim to provide a variety of activities in a relaxed manner without draining energy. Even though tourism is synonymous with fun, this activity also has risks,” said Head of the Probolinggo City Youth, Sports and Tourism (Dispopar) Agency, Budi Krisyanto at the opening of the disaster mitigation training at Tourism Destinations, last Friday (12/11) at the Bale Hinggil Hall, Probolinggo City
He also added that tourism has become an inseparable part of life recently, since it is related to social and economic activities that can be enjoyed and is a way for people to socialize. “So, the manager of tourist attractions must guarantee the security and the safety of visitors,” he added.
In this training, participants are given knowledge on disaster risk management, disaster mitigation and tourism crisis management due to disasters, and community participation in disaster risk reduction programs.
Not only training materials, but the participants also practice risk management on how participants are provided with psychological strength as tourist destination managers to always be ready to face emergencies and potential disasters and to understand the procedures for handling it. The practice was carried out at Permata Beach, Pilang and participants were taught on how to map tourism potential, disaster potential and risk management and how handling it. “So they can provide a comfortable and safe place for visitors,” explained the head of Dispopar.
This training was carried out for two days and was attended by 40 people consisting of tourist destination managers, tourism activists, and Islamic boarding school managers.(unofficial translation)