Mayangan – Masih ada masalah yang dipertanyakan masyarakat Kota Probolinggo terkait pelayanan dibidang pariwisata. Hal tersebut terungkap saat talkshow Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo di radio Suara Kota, Rabu (19/08). Masalah-masalah yang dipertanyakan diantaranya apakah fasilitas olahraga yang ada sudah buka dan bisa digunakan untuk umum.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Didit Irwanto menegaskan bahwa sarana olahraga seperti GOR A. Yani dan stadion Bayuangga telah dibuka seperti biasa dan digunakan untuk umum. “Sedangkan untuk kolam renang Olimpic, memang sudah dibuka, tapi hanya untuk atlit saja,” kata Didit.
Selain itu, ketiadaan petugas jaga di Pusat Informasi Pariwisata (PIP) yang ada didepan stasiun Probolinggo juga dipertanyakan. “Sebenarnya, petugas jaga selalu ada didalam PIP, tetapi kebanyakan wisatawan yang datang belum sempat masuk PIP, sudah keburu diburu oleh mafia/calo yang ada,” kata Sudarso, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata.
Dalam talkshow tersebut, Dispopar juga menceritakan tentang kegiatan-kegiatan yag dilakukan selama pandemi Covid-19. “Kami telah membentuk tim assessment untuk menguji kesiapan dari destinasi-destinasi wisata dan usaha jasa pariwisata seperti perhotelan, restoran, kafe, dan lain sebagainya, dalam menghadapi tatanan adaptasi kebiasaan baru,” kata Sekretaris Dispopar, Muhammad Sonhadji.
Dia juga menjelaskan bahwa bus “city tour” yang dikelola oleh Dispopar mulai dioperasikan dengan menerapkan protokol kesehatan. “Bagi warga, baik perorangan maupun kelompok, boleh ikut city tour dengan bus tersebut, tentunya dengan mendaftar terlebih dahulu,” katanya. (antz/dispopar)


