Kanigaran – Pemilihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) telah mendekati akhir. Para anggota Paskibraka akan mulai dilatih dan dikarantina. Maka dari itu, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo terus berkoordinasi dengan pihak pihak terkait untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pada Kamis (05/08) diadakan rapat koordinasi yang dihadiri oleh Dispopar, Bakesbangpol, Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Probolinggo dan juga perwakilan Kodim 0820 selaku pelatih dari Paskibraka. Dalam rakor tersebut membahas tentang bagaimana pelatihan agar sesuai dengan prosedur kesehatan yang berlaku.
Dalam rakor tersebut disepakati bahwa pelatihan akan dilakukan setelah hasil tes swab (tes usap) yang dilakukan Dinas Kesehatan keluar, dan hanya para peserta dengan hasil swab negatif yang akan dipanggil untuk ikut pelatihan. Sebelumnya, para anggota Paskibraka telah melakukan tes swab dengan Dinkes pada hari itu juga (5/8).
“Bagi peserta yang belum tes swab hari ini, harus bisa menunjukkan hasil negative minimal dari pemeriksaan antigen mandiri,” kata Seksi Pemuda pada Dispopar, Samsul Arif. Dia juga menjelaskan bila tidak melakukan tes swab, maka peserta tersebut harus bisa menunjukkan kartu vaksin minimal vaksin tahap I. “Sedangkan bagi yang tidak bisa menunjukkan hasil swab dan kartu vaksin, maka tidak bisa mengikuti pelatihan,” tambahnya.
Dia juga berharap pelatihan akan bisa dilaksanakan minggu depan (09/08), karena waktu pelaksanaan peringatan hari kemerdekaan hanya tersisa kurang lebih seminggu saja. “Semoga semua (pelatihan) sudah bisa dilakukan mulai minggu depan,” katanya.(antz/dispopar)
Dispopar Discusses on Paskibraka Training
Kanigaran – The selection of National Flag-hoisting team (Paskibraka) is close to end. Paskibraka members will be trained and quarantined. Youth, Sports and Tourism Agency (Dispopar) of Probolinggo City continues to coordinate with related parties for the implementation of these activities.
On Thursday (05/08), a coordination meeting was held which was attended by Dispopar, Bakesbangpol, Purna Paskibraka Indonesia (PPI/former Paskibraka member) of Probolinggo City and Kodim 0820 as Paskibraka trainers. The coordination meeting discussed how the training was carried out in accordance with applicable health procedures.
In the coordination meeting, it was agreed that the training would be started after swab test conducted by the Health Agency, and only participants with negative swab results would participated in the training. Previously, Paskibraka members had done a swab test this morning (5/8).
“For participants who have not had a swab test today, they must be able to show a negative result of antigen test,” said the Youth Section at Dispopar, Samsul Arif. He also explained that if the participant did not get a swab test, then the participant must be able to show a vaccine certificate at least for the phase I vaccine. “Meanwhile, those who cannot show the results of the swab and vaccine certificate, they cannot participate the training,” he added.
He also hoped that the training will be held next week (06/08), because the commemoration of the independence day is only about a week left. “Hopefully all (training) can be start next week,” he said.(unofficial translation)
