
Kanigaran – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo resmi membuka kembali kolam renang Bayuangga dan Olimpic. Pembukaan kembali ini dimulai pada awal bulan ini, (01/04), dan telah melalui berbagai pertimbangan dan juga telah memenuhi persyaratan. Sebelumnya, kedua kolam tersebut telah diuji kebersihan air, dan telah dilengkapi oleh sarana untuk penerapan protokol kesehatan, seperti tempat cuci tangan, pengukuran suhu tubuh, pemberian tanda jaga jarak antar pengunjung dan sebagainya.
Perlu diketahui, kedua kolam tersebut merupakan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dikelola oleh Dispopar. Selama pandemic, kedua kolam renang ini tidak beroperasi sama sekali. “Biasanya, PAD dari penjualan tiket TRA (Taman Rekreasi Anak) menghasilkan enam ratus juta rupiah, tapi tahun kemarin hanya mendapatkan lima puluh persennya,” kata Budi Kris ditemui beberapa saat lalu.

Sedangkan kolam renang Olimpic sebelumnya hanya untuk para atlit berlatih. Tentunya, penerapan protokol kesehatan yang ketat tetap menjadi persyaratan utama yang harus dipatuhi dalam membuka kembali destinasi wisata tersebut. Pembukaan kembali ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala Dispopar di Kolam Renang Bayuangga sekaligus meresmikan bangunan baru yang rencananya dijadikan tempat penjualan souvenir. (antz/dispopar)
Dispopar Reopens Bayuangga Swimming Pool
Kanigaran –Youth, Sports and Tourism Agency (Dispopar) of Probolinggo city has officially reopened Bayuangga and Olympic swimming pools. This reopening started this early this month, (01/04), and has gone through various considerations and requirements. Previously, the two pools had been tested for water cleanliness, and had been equipped with health protocols facilities, such as hand washing stations, measuring body temperature, giving signs to keep distance between visitors and so on.
It should be noted that those are sources of Regional Original Revenue (PAD) managed by Dispopar. During the pandemic, these two swimming pools did not operate at all. “Usually, PAD which are from ticket sales of TRA (Children’s Recreation Park) are about six hundred million rupiah, but last year it only got fifty percent,” said Budi Kris a while ago.
Meanwhile, Olympic swimming pool was opened only for athletes. Of course, the strict health protocols are the main requirement that must be complied with in reopening these tourist destinations. The reopening was marked by the cutting of the cone rice by the Head of Dispopar at the Bayuangga Swimming Pool as well as the inauguration of a new building that is planned to be used as a souvenir sales place. (unofficial translation)
