Kota Probolinggo, Jawa Timur | Indonesia

Dispopar Lakukan Monev di Museum dr. Saleh

Kanigaran – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo kembali melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap destinasi wisata yang akan dibuka kembali. Kali ini (Selasa, 9/3), sasarannya adalah museum dr. Saleh yang terletak di Jalan dr. Saleh. Monev ini dilakukan atas permintaan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) agar bisa membuka kembali museum dr. Saleh. Selama pandemi, museum dr,. Saleh memang ditutup, dan terkadang dibuka untuk kepentingan khusus. “Selama ini museum dr. saleh memang ditutup tetapi ada kalanya dibuka untuk kalangan terbatas,” kata Sardi, Kepala Bidang Kebudayaan di Disdikbud. Maka, dengan diadakannya monev ini museum dr. Saleh akan bisa beroperasi seperti semula, guna meningkatkan jumlah kunjungan wisata di Kota Probolinggo.

Dalam monev kali ini hanya diikuti oleh Dinas Kesehatan, Dispopar, dan Disdikbud. Sama seperti monev sebelumnya, obyek sasaran dari pemeriksaan adalah penerapan dari protokol kesehatan di museum tersebut. “Adanya tempat cuci tangan, penyediaan hand sanitizer, dan kewajiban menggunakan masker bagi petugas maupun pengunjung museum,” kata Novi Artitik, Kepala Seksi Destinasi Wisata pada Bidang Destinasi Pariwisata. Nyamiati, perwakilan dari Dinas Kesehatan pun menyarankan agar penyediaan hand sanitizer di setiap ruangan. “Lantai harus disemprot desinfektan setiap hari dan pengunjung yang masuk dibatasi sebanyak lima puluh persen dari kapasitas ruangan,” jelasnya.

Dalam kesempatan kali ini, Nyamiati juga menyarankan Disdikbud selaku dinas yang membidangi museum untuk meminta bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan penyemprotan di halaman museum. “Dan saya menyarankan agar disediakan tempat sampat yang bisa dibuka dengan injakan kaki, untuk menghindari sentuhan tangan dengan sampah,” tambahnya. Dia juga menyarankan agar banner yang terpasang dilengkapi dengan gambar yang menjelaskan isi tulisan. “Hal tersebut untuk mengantisipasi pengunjung yang buta huruf,” katanya.

Setelah diadakan monitoring kali ini, Dispopar akan mengeluarkan surat rekomendasi sehingga museum dr. Saleh dapat dibuka untuk umum. Perlu diketahui, selama pandemi, Dispopar telah mengeluarkan sembilan sertifikat untuk destinasi wisata yang dianggap menerapkan protokol kesehatan secara menyeluruh dan berkelanjutan. (antz/dispopar)

Dispopar Conduct Monev at dr. Saleh Museum
Kanigaran –Youth, Sports and Tourism Agency (Dispopar)of Probolinggo City has again carried out monitoring and evaluation (monev) for reopening of tourist destinations. This time (Tuesday, 9/3), the target is the dr. Saleh museum which is located on Jalan dr. saleh. This Monev was carried out at the request of the Department of Education and Culture (Disdikbud) in order to reopen the dr. saleh museum. During the pandemic, the museum dr,. Saleh is indeed closed, and sometimes opened for special purposes. “So far the dr. Saleh museum indeed closed but sometimes opened to a limited circle, “said Sardi, Head of Culture department at Disdikbud. So, by holding this monev, dr. Saleh museum will be able to operate as before, in order to increase the number of tourist visits in Probolinggo City.
This monev was only participated by the Department of Health, Dispopar, and Disdikbud. Just like the previous monev, the object of the inspection is the implementation of the health protocol in the museum. “There is a wash basin, providing hand sanitizer, and using masks for officers and museum visitors,” said Novi Artitik, Head of the Tourism Destinations Section in the Tourism Destinations department. Nyamiati, a representative from the Health Agency also suggested that hand sanitizers must be provided in every room. “The floor must be sprayed with disinfectant every day and visitors who enter are limited to fifty percent of the room’s capacity,” she explained.
On this occasion, Nyamiati also suggested Disdikbud who took in charge of museums to ask for assistance from the Regional Disaster Management Agency (BPBD) to spray in the museum yard. “And I suggest that there is a trash can that can be opened by your feet, to avoid touching the garbage by your hands,” she added. She also suggested that banner be equipped with an image that explains the text. “This is to anticipate visitors who are illiterate,” she said.
After this monitoring, Dispopar will issue a letter of recommendation so that the dr. Saleh museum can be opened to the public. It should be noted, during the pandemic, Dispopar has issued nine certificates for tourist destinations that are considered to implement comprehensive and sustainable health protocols. (unofficial translation)