
Mayangan – Pemerintah Kota Probolinggo berencana menerapkan era “New Normal” (Kenormalan Baru). Maka dari itu, melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mensosialisasikan hal tersebut di bidang pariwisata. Bertempat di aula Dispopar pada hari Rabu, (10/06), pihak Dispopar menggelar rapat koordinasi kesiapan para instansi terkait dan pelaku usaha pariwisata dalam menghadapi masa kenormalan baru diantaranya, Dinas Kesehatan (Dinkes), RSUD dr. Moh. Saleh, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Kepolisian Resort Kota Probolinggo (Polresta), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), perwakilan Hotel dan Restoran yang ada di Kota Probolinggo, dan sebagainya.
Dalam rapat, Kepala Dispopar Budi Krisyanto mengatakan bahwa pariwisata merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat dalam menumbuhkan perekonomian, pun pemerintah Kota Probolinggo. “Tahun ini, awalnya kami (Dispopar) berencana mempercepat pelaksanaan Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro), yang biasanya dilaksanakan pada bulan Agustus/September, kami jadwalkan di bulan Juni pas pada saat liburan sekolah, dengan tujuan untuk mencegah warga keluar kota untuk menghabiskan masa libur,” katanya.
Dia juga mengatakan dengan adanya pandemi Covid-19 ini semua rencana tersebut berubah. Dan semua pihak harus beradaptasi dengan keadaan walaupun pandemi belum berakhir. “Kita harus mempersiapkan diri untuk menghadapi new normal, sehingga kita dapat mengembalikan perekonomian seperti semula,” lanjut Budi Kris. Dia juga menambahkan bahwa para pelaku usaha pariwisata harus bisa produktif tetapi tetap aman selama pandemi ini masih berlangsung. “Maka dari itu, kita akan menyamakan pola pikir dan kesiapan dari para pelaku usaha pariwisata.
Budi Kris mengharapkan para pelaku sudah siap dalam menerapkan protokol kesehatan bila sewaktu-waktu diperbolehkan untuk beroperasi kembali. “Kami ingin mengetahui seberapa siap para pelaku usaha untuk beroperasi kembali, nantinya kami akan membentuk tim penilai, apakah usaha yang bersangkutan betul-betul siap beroperasi atau tidak,” tambahnya. Tim penilai tersebut terdiri dari perwakilan Dispopar, Dinkes, RSUD, Polresta, Satpol PP, DLH, PHRI, BPBD, dan HPI.
Sebelumnya, pemerintah Kota Probolinggo juga berpartisipasi dalam lomba inovasi dalam menghadapi era “New Normal” dari berbagai sektor termasuk sektor pariwisata yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri. (antz/dispopar)
