Kota Probolinggo, Jawa Timur | Indonesia

Inilah Syarat Hadapi New Normal

 

Mayangan – Persiapan menghadapi “New Normal” terus digalakkan di setiap bidang, tak terkecuali bidang pariwisata. Terdapat beberapa persyaratan yang harus dilakukan oleh para pelaku usaha pariwisata agar dinyatakan siap dalam menghadapi “new Normal”. Hal tersebut diungkapkan saat rapat koordinasi persiapan pemberlakuan new normal di bidang pariwisata di aula Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar), Rabu (10/06).

Perwakilan Dinas Kesehatan Kota Probolinggo, Wiwid mengatakan bahwa pelaku usaha dinyatakan siap bila menerapkan protokol kesehatan 4M, yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). “Jadi setiap tempat harus memfasilitasi peralatan mencui tangan dengan air mengalir dan sabun, baik pegawai maupun pengunjung wajib menggunakan masker,” katanya.

Selain itu, pengusaha wajib melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan pemberian nutrisi tambahan kepada semua pegawai. “Selain menggunakan masker dan mencuci tangan, setiap orang yang masuk area tersebut juga harus diperiksa suhu tubuhnya, suhu tubuh tidak lebih dari 37 derajat,” katanya. Selain itu, lanjutnya, pengusaha juga diharuskan melakukan desinfeksi di area kerja, khususnya tempat dan barang-barang yang sering terpegang. Shift kerja pegawai tidak lebih dari delapan jam per hari, dan shift malam selayaknya tidak untuk pegawai setengah baya.

Dinas Lingkungan Hidup menyoroti pembuangan limbah dari restoran dan hotel. “Sebaiknya ada pemilahan sampah khusus untuk masker, tisu, dan sarung tangan,” kata Suciati Ningsih, perwakilan dari DLH. Sebelum limbah tersebut dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), alangkah baiknya limbah tersebut dibungkus tersendiri, dan disemprot desinfektan.

Pihak Polresta Probolinggo menghimbau untuk tidak mengadakan kegiatan yang dapat mendatangkan kerumunan massa. “Karena walaupun edukasi selalu dilakukan, tetapi masyarakat cenderung mengabaikan semua peringatan dan mereka kurang paham dengan suasana saat ini,” kata Heroe.

Agus, perwakilan PHRI mengharapkan Dinkes mengeluarkan suatu panduan khusus yang dijadikan pedoman bagi seluruh pelaku usaha.

Sekretaris Dispopar, Muhammad Sonhadji mengharapkan seluruh pelaku usaha untuk melaporkan kesiapannya dalam menghadapi new normal. “Bila telah dilaporkan ke kami, maka akan kami tindak lanjuti dengan melakukan penilaian dan pengecekan secara langsung oleh tim assesment, apakah benar sudah siap atau belum,” katanya. Bila seluruh pelaku usaha telah dinilai, dilanjut Dispopar akan membuat nota dinas kepada Wali Kota Probolinggo, bahwa sektor pariwisata telah siap untuk menghadapi new normal. “Sementara ini, kami mengusulkan untuk membuka kembali tempat wisata per tanggal 1 Juli, tapi itu tergantung dengan hasil pengecekan dari tim, apakah benar-benar siap atau belum,” tutupnya. (antz/dispopar)