Kedopok-Kota Probolinggo mempunyai beberapa kebudayaan khas yang berbeda dengan daerah lainnya. Walaupun hampir sama, tetapi tentunya punya keunikan tersendiri yang membedakannya dengan daerah lain seperti karapan sapi brujul dan karapan kambing. Melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo selalu berupaya untuk melestarikan budaya yang ada di Kota Probolinggo. Hal itupun terlihat dengan digelarnya lomba karapan kambing pada hari Minggu (15/3) pagi.
Seperti diketahui, karapan kambing merupakan salah satu budaya lokal khas Kota Probolinggo. Karapan kali ini diadakan di lapangan jalan Progo, kelurahan Kedopok, yang memang dikhususkan untuk perlombaan Karapan Kambing.
Perlombaan yang hanya diselenggarakan selama satu hari ini berlangsung sangat meriah. Dengan diikuti oleh 96 peserta, yang tidak hanya berasal dari Kota Probolinggo saja, tetapi juga dari Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang. Peserta dibagi dalam dua kategori, grup A untuk kambing kecil dan grup B untuk kambing besar.
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Pramito Legowo mengatakan bahwa lomba ini dilaksanakan dalam rangka mengembangkan dan melestarikan budaya lokal sebagai potensi wisata unggulan tahun 2020. “Kegiatan ini juga untuk mempererat silaturahmi antara sesama penggemar dan paguyuban karapan kambing sekaligus juga bisa menambah nilai jual kambing di pasaran,” katanya.
Pramito juga mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai ajang promosi pariwisata yang diharapkan bisa menambah daya tarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Kota Probolinggo. “Lomba karapan kambing ini menjadi event tahunan, dan telah masuk dalam calendar event Kota Probolinggo dan provinsi Jawa Timur,” katanya. Karapan kambing ini memperebutkan piala wali kota Probolinggo dan hadiah menarik lainnya._antz
Kedopok – Probolinggo City has several characteritic cultures that are different from other regions. Even though it is similar, but it has its own uniqueness that distinguishes it from other regions such as karapan sapi brujul and karapan kambing (cow and goat race). Through Youth, Sport and Tourism Agency (Dispopar) of Probolinggo City always try to preserve the existing culture of Probolinggo City. It can be seen on karapan kambing event on Sunday (15/3) morning.
As known, karapan kambing are one of the authentic local cultures of Probolinggo City. This time, it was held in the field on Progo Street, Kedopok Sub-district, as a particular field for Karapan Kambing.
This one day competition was very lively and was followed by 96 participants. Not only from Probolinggo City, but they are also from Probolinggo Regency and Lumajang Regency. They were divided into two categories, group A for small goats and group B for big goats.
The head of Tourism Destination Division, Pramito Legowo said that this competition was held in order to develop and to preserve local culture as a featured tourism potential of 2020. “This event is also to strengthen friendship among Karapan Kambing association as well as to increase the selling price of goats in the market,” he said.
Pramito juga mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai ajang promosi pariwisata yang diharapkan bisa menambah daya tarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Kota Probolinggo. “Lomba karapan kambing ini menjadi event tahunan, dan telah masuk dalam calendar event Kota Probolinggo dan provinsi Jawa Timur,” katanya. Karapan kambing ini memperebutkan piala wali kota Probolinggo dan hadiah menarik lainnya.Pramito also said that it is a tourism promotion to increase both local and foreign tourists visit to Probolinggo City. “Karapan Kambing is an annual event, and has been scheduled in calendar event of Probolinggo City and East Java Province,” he said. This Karapan Kambing competes for trophy of Probolinggo mayor and other interesting prizes
Berikut nama-nama pemenang Karapan Kambing/Here are the names of the winners
GRUP A
| NAMA KAMBING/Goat’s Name | NAMA PEMILIK/Owner | ASAL/Region | KETERANGAN/Note |
| Syahrini | Mahfud Rizal | Kanigaran | Juara I/1st winner |
| Asep Sap | Poliman | Jrebeng Kulon | Juara II/2nd winner |
| Solbuk Muda | Agus Wawan | Kademangan | Juara III/3rd winner |
GRUP B
| NAMA KAMBING/Goat’s Name | NAMA PEMILIK/Owner | ASAL/Region | KETERANGAN/Note |
| Roda Gila | Dedy Sugiarto | Kanigaran | Juara I/1st winner |
| Solbuk | Agus Wawan | Kademangan | Juara II/2nd winner |
| Yang Penting Hapy | Zainul Hasan | Jrebeng Kulon | Juara III/3rd winner |
