Kanigaran – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) telah dilakukan hampir bersamaan di Kabupaten Sidoarjo. POPDA XIII dilaksanakan pada tanggal 8-12 November, sedangkan Peparpeda I digelar pada tanggal 14-16 November.
Gelaran POPDA XIII mempertandingkan 15 cabang olahraga, sedangkan Peparpeda I mempertandingkan 4 cabang olahraga.
Dibuka oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kedua gelaran olahraga ini berlangsung meriah. Khofifah berpesan kepada seluruh atlet untuk mengedepankan sportivitas dengan bersikap fairplay sebagai sesama saudara. “Saya juga berharap, POPDA dan PEPARPEDA tetap digelar rutin setiap dua tahun sekali,” tambahnya.
Kota Probolinggo pun ikut berpartisipasi dalam dua gelaran tersebut. Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar). Dalam gelaran POPDA, Dispopar mengikuti 13 cabang olahraga yakni atletik, renang, selam, bridge, catur, panahan, panjat tebing, tenis lapangan, wushu, balap sepeda, taekwondo, petanque, dan karate. “Yang tidak kami ikuti adalah sepatu roda dan gulat, karena keterbatasan atlet,” kata Ananto, sub coordinator olahraga di Dispopar. Sedangkan untuk Peparpeda, Kota Probolinggo mengikuti renang dengan satu atlet saja.
Untuk gelaran POPDA kali ini, Kota Probolinggo meraih 6 medali yakni satu medali emas dan satu medali perunggu di panjat tebing, 1 medali perak dan 2 medali perunggu untuk renang dan satu medali perunggu untuk wushu. Sedangkan dalam gelaran Peparpeda, Kota Probolinggo mendapatkan 3 medali yakni satu perak dan dua perunggu. (antz/dispopar)
Probolinggo City Competes in POPDA and PEPARPEDA
Kanigaran – Regional Students Games (POPDA) and Regional Students Paralympic games (PEPARPEDA) has been held almost at the same time in Sidoarjo regency. The XIIIth POPDA has been held on 8-12 November, while this 1st Peparpeda on 14-16 November.
The XIIIth POPDA competed 15 sports, while Peparpeda only had 4 sports to compete.
Opened by the East Java Governor, Khofifah Indar Parawansa, both games was held enthusiastically. Khofifah asked the athletes to implement fairplay in every game. “I hope, POPDA and PEParpeda will be a biennale agenda,” she said.
Probolinggo city also participated in those two events through Youth, Sport, and Tourism agency (Dispopar). In POPDA, Dispopar competed in 13 sports, those are athletic, swimming, diving, bridge, chess, archery, wall climbing, tennis, wushu, cycling, taekwondo, petanque, and karate. “We do not compete in skating wrestling according to the lack of athletes,” said Ananto, sub coordinator of Soport section of Dispopar. Meanwhile, Probolinggo city only competed in swimming sport in Peparpeda with one athlete.
In POPDA, Probolinggo city got 6 medals, those are one gold medal and one bronze medal for wall climbing, one silver medal and 2 bronze medals for swimming, and one bronze medal for wushu. In Peparpeda, It won 3 medals those are one silver medal and two bronze medals. (unofficial translation)
