Kota Probolinggo, Jawa Timur | Indonesia

Kota Probolinggo Ikuti Festival Makanan Khas

Kanigaran – Selama pandemi, banyak kegiatan pariwisata yang tidak terlaksana. Begitupun Festival Makanan Khas (Makhas). Festival ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur. Setelah dua tahun tidak dilaksanakan terhalang pandemic, tahun ini Festival Makanan Khas kembali diselenggarakan. Kota Probolinggo pun ikut serta dalam festival kali ini walaupun dengan keterbatasan anggaran.

Diikuti oleh 30 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Jawa Timur, festival ini dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pariwisata Sinarto. Sinarto mengatakan kegiatan ini dalam rangka mempromosikan kuliner atau makanan khas Jawa Timur untuk meningkatkan kunjungan wisata. “Dan juga melestarikan kuliner atau makanan khas Jawa Timur sebagai ciri khas atau kearifan lokal suatu daerah, dan meningkatkan kreatifitas pelaku usaha pariwisata khususnya usaha makanan dan minuman dalam penyediaan sajian makanan khas Jawa Timur yang lebih menarik sehingga dapat dijadikan daya tarik wisata kuliner bagi masyarakat,” tambahnya.

Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo menggandeng hotel Paseban Sena sebagai peserta dalam kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Harris, Malang (26/10). Dalam festival ini, Paseban Sena menyajikan soto kakap, mangut ikan pari, sem-asem kerapu, oseng-oseng bunga pepaya, sambal mangga, es serut mangga, sayur klentang, ketan kratok, prol tape, dan wedang pokak. “Kali ini, peserta harus menyajikan 2 macam sayur, 3 lauk, 2 jajanan dan 2 minuman,” kata Sub Koordinator Industri Pariwisata pada Dispopar, Nur Aini. Dalam festival kali ini, Kota Probolinggo mendapatkan juara harapan II. (antz/dispopar)

Probolinggo City Participates in Festival Makanan Khas

Kanigaran – During pandemic, many tourism events are cancelled, so are Festival Makanan Khas (Makhas/traditional cuisine festival). It is an annual event held by East Java Government Culture and Tourism Agency. After two years pendemic, this festival was held this year. Though many obstacles, Probolinggo city also participated in this event.

Followed by 30 regencies/cities of East Java province, this festival was opened by Acting head of provincial Culture and Tourism Agency, Sinarto. Sinarto said it is to promote culinary and traditional cuisine of East Java and to increase the number of tourism visit. “And it is to preserve the traditional cuisine as the characteristic of certain places, and also to increase the creativity of culinary businessman in making cuisine display more attractive and becoming tourism attraction for people,” he added.

Youth, Sport and Tourism Agency (Dispopar) of Probolinggo city appointed Paseban Sena hotel to participate in this event which was held in Harris Hotel, Malang (26/10). In this event, Paseban Sena served soto kakap (snapper soup), mangut ikan pari, asem-asem kerapu, oseng bunga papaya, sambal mangga, es serut mangga, sayur klentang, ketan kratok, prol tape, and wedang pokak. “The participants should serve two kinds of vegetables dishes, three kinds of side dishes, two dessert and two kinds of drinks,” said the sub coordinator of tourism industry of Dispopar, Nur Aini. This time, Probolinggo city got the best fifth. (unofficial translation)