
Mayangan – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo terus berupaya untuk mengembangkan pariwisata di Kota Probolinggo. Setelah mengembangkan Pantai Permata Pilang, kini Dispopar membidik kolam pancing yang merupakan aset Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan). Perlu diketahui, kolam pancing ini merupakan salah satu tempat yang bisa menjadi destinasi wisata.
Kolam pancing yang berada di Kawasan Wisata Studi Konservasi Pantai (KWSKP) diketahui sekarang terbengkalai. Hal tersebut disebabkan oleh adanya merger antara Dinas Perikanan dan Dinas Pertanian di awal tahun 2020, sehingga ada pengurangan anggaran untuk pemeliharaan kolam pancing. Beberapa waktu lalu, Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin berkesempatan mengunjungi KWSKP dan mengharapkan adanya optimalisasi pengelolaan KWSKP. Maka, Dispopar mengadakan rapat koordinasi terkait pengelolaan KWSKP, Senin (16/11) di ruang kerja kepala Dispopar. Selain Dispopar, rakor tersebut dihadiri oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD).

Rapat tersebut membahas tentang kemungkinan pengelolaan KWSKP dialihkan ke Dispopar dan dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata baru. “Pada prinsipnya, Dispertahankan setuju jika pengelolaan KWSKP beralih di Dispopar, selama itu bermanfaat untuk masyarakat,” kata Yoyok Imam Iswahyudi selaku Plt. Kepala Dispertahankan. Dia juga mengakui bahwa banyak anggaran yang dikepras sehingga KWSKP seperti tempat yang tidak terawat. Pihak DLH dan BPPKAD pun tidak masalah bila pengelolaan KWSKP beralih ke Dispopar. Untuk itu, perlu segera dibuat Berita Acara Serah Terima (BAST) sehingga Dispopar bisa membuat perencanaan kegiatan untuk pengelolaan KWSKP tahun depan.
Rapat hari itu dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi KWSKP langsung pada keesokan harinya, Selasa (17/11). Dalam kunjungan tersebut, terlihat memang lokasi KWSKP kurang terawat dengan lebatnya rumput ilalang, pintu masuk rusak, dan toilet yang kotor. Dalam kunjungan tersebut, disetujui titik mana saja yang akan dialihkan pengelolaannya ke Dispopar. Pengalihan pengelolaan KWSKP diharapkan agar fungsi dari KWSKP lebih optimal dan menjadi salah satu daya tarik wisata yang mampu meningkatkan angka kunjungan wisatawan. (antz/dispopar)
Mayangan – Youth, Sport and Tourism Agency (Dispopar) of Probolinggo City always tries to develop tourism of Probolinggo City. After developing Pantai Permata Pilang, nowadays Dispopar targeted at the fishing pond which is an asset of Agriculture, Food Security and Fisheries Agency (Dispertahankan). For information, fishing pond is one of the places that included a tourist destination.
The fishing pond located in the Kawasan Wisata Studi Konservasi Pantai (KWSKP) is neglected due to a merger between the Fisheries agency and the Agricultural agency in early 2020, so there is a reduction in the budget for maintaining fishing ponds. Some time ago, Probolinggo Mayor, Habib Hadi Zainal Abidin visited KWSKP and hoped for maximizing of KWSKP management. So, Dispopar held a coordination meeting regarding the management of KWSKP, on Monday (16/11). This coordination meeting was attended by Agriculture, Food Security and Fisheries Agency (Dispertahankan), Environmental Agency (DLH), and the Regional Revenue, Financial and Asset Management Agency (BPPKAD).
The meeting discussed on the probability of KWSKP management wiil be on Dispopar and will be developed to be a new tourism destination. “Basically, Dispertahankan agreed if KWSKP management will be on Dispopar, as long as it is useful for society,” said Yoyok Imam Iswahyudi as acting head of Dispertahankan. He also admits that some budgets are cut, so KWSKP looks like a neglected place. DLH and BPPKAD also agree if the KWKSP management switched to Dispopar. So, it has to make Berita Acara Serah Terima (BAST/Record of Transfer) immediately, so Dispopar will make plan in managing KWKSP next year.
The meeting was continued visiting to the KWSKP directly on the next day, Tuesday (17/11). During the visit, it was seen that the KWSKP was poorly maintained, there are thick grass, broken gate, and dirty toilets. During the visit, it was agreed which places would be transferred to Dispopar management. This transfer is expected KWSKP functions is more optimal and becomes one of the tourist attractions that will increase the number of tourist.
