Kota Probolinggo, Jawa Timur | Indonesia

Pelaku Ekonomi Kreatif Harus Respon Perubahan

Kanigaran – Ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor Pemerintah Kota Probolinggo untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Maka guna meningkatkan kapsitas sumber daya manusia yang berdaya saing, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) mengadakan pembinaan bagi pelaku ekonomi kreatif pada hari Senin (15/05) di Ombass Café.

Dalam sambutan Wali Kota Probolinggo yang dibacakan oleh Sekretaris Dispopar, Fadjar Poernomo mengatakan bahwa perilaku konsumen telah beralih semenjak pandemi melanda. Para konsumen lebih suka melakukan system online. “Perubahan ini harus dipahami dan direspon dengan cepat oleha para pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, sampai dengan para pelaku ekonomi kreatif,” kata Fadjar.  Dia berharap masyarakat mampu mengubah tantangan tersebut menjadi kesempatan bagi para pelaku ekonomi kreatif.

Dia juga mengatakan bahwa program One Pesantren One Product (OPOP) yang telah berlangsung bertujuan untuk menciptakan kemandirian melalui para santri, masyarakat dan pondok pesantren itu sendiri. “Agar mampu mandiri secara ekonomi, sosial, dan juga untuk memacu pengembangan skill, teknologi produksi, distribusi dan pemasaran,” tambahnya.

Endang Novi Artitik, selaku Plt. Kepala Bidang Destinasi Pariwisata menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan peran aktif pelaku usaha dalam mengembangkan pariwisata berbasis ekonomi kreatif. “Dan juga memberikan dan meningkatkan motivasi dan kompetensi pelaku industry kreatif agar mampu menghasilkan ide-ide kreatif, dan melahirkan temuan baru dan meningkatkan profesionalisme dan kualitas produk,” kata Novi.

Pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta dengan menghadirkan narasumber Imam Wahyudi dari Forum Kota Probolinggo Kreatif dan Akbar Wicaksono dari UMKM Merah Putih. “Pelatihan akan berlangsung selama dua hari, sampai besok (16/05),” tutup Novi. (antz/dispopar)