
Madiun- Pemerintah Kota Probolinggo selalu berupaya untuk belajar dari pemerintah daerah lainnya untuk mendapatkan pengetahuan baru dalam pembangunan kota. Hal tersebut menjadi tujuan dari studi referensi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Probolinggo dalam berkunjung ke Kota Madiun, 8-9 November 2021.
Diterima oleh Wali Kota Madiun, Maidi di balai Kota Madiun, Pemerintah Kota Probolinggo berbagi pengetahuan tentang berbagai hal, seperti penanganan Covid-19 dan berbagai inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Madiun. Untuk penanggulangan Covid, Kota Madiun relatif sama dengan Kota Probolinggo dengan menerapkan protokol kesehatan, pembatasan aktivitas masyarakat dan pemberlakuan jam malam, yakni dengan mematikan lampu pada jam 8 malam. “Vaksinasi di Kota Madiun mencapai 99,7 persen, sedangkan untuk vaksinasi lansia sebanyak 68 persen,” jelas Wali Kota Madiun. Dia juga menambahkan bahwa vaksinasi lansia agak mengalami kesulitan dikarenakan banyak lansia yang mempunyai penyakit bawaan, dan juga banyak yang terpengaruh dengan hoax (berita bohong) terkait vaksinasi sehingga mereka menolak untuk divaksin.
Untuk pemulihan ekonomi, Pemkot Madiun menggalakkan UMKM yang ada. Para pegawai diwajibkan untuk belanja dari UMKM. Kota Madiun juga terus berbenah dengan dibangunnya pedestrian sepanjang Jl. Pahlawan yang dibuat layaknya Jl. Malioboro di Yogyakarta, dan penanaman pohon untuk jalur masuk air tanah untuk mencegah banjir;
Ada program “Hutan Bayi”, yakni setiap bayi lahir akan ditanam lima pohon atas nama bayi tersebut sehingga bila bayi tersebut telah dewasa maka pohon itu sudah bisa menghasilkan.” Pemkot menyediakan dua hektar lahan untuk penanaman pohon tersebut disetiap kelurahan, atau bisa ditanam dilahan sendiri,” kata Maidi.

Wali Kota Probolinggo, Habib hadi Zainal Abidin, sangat bersemangat dengan banyaknya inovasi yang dilakukan oleh Kota Madiun. “Banyak positif yang bisa ditiru, dan itu membuat kita bersemangat untuk meniru, hal-hal yang bisa membangkitkan ekonomi,” katanya. Dia juga mengakui bahwa setiap daerah mempunyai potensidan kendala masing-masing. “Tentunya kita tidak bisa meniru seratus persen, tapi bisa meniru sebisa, semampu kita yang tentunya membawa dampak manfaat bagi warga,” tambahnya.
Dalam lawatan dua hari itu, rombongan juga dibawa berkeliling kota untuk mengunjungi UMKM, destinasi wisata dan tempat-tempat lain. (antz/dispopar)
