
Surabaya – Tahun ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur mengadakan bursa pariwisata secara offline, pada hari Jum’at-Sabtu (03-04/02) setelah tahun lalu diadakan secara online dikarenakan adanya pandami Covid-19. Bursa pariwisata ini merupakan kegiatan untuk memfasilitasi seluruh kabupaten/kota yang ada di provinsi Jawa Timur untuk memasarkan pariwisata yang ada diwilayahnya. Tetapi burs ini tidak hanya untuk pemerintah, pihak swasta pun boleh berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Bursa Pariwisata kali ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan juga dihadiri oleh Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf Republik Indonesia, Dwi Marhen Yono. Dalam laporannya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Hudiyono menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan ajang promosi dari berbagai kegiatan yang telah ditetapkan dalam kalender wisata.
Gubernur Jawa Timur menargetkan 238 juta wisatawan akan datang ke Jawa Timur selama tahun 2023 sesuai dengan arahan dari Kemenparekraf RI. Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf, Dwi Marhen Yono dalam pembukaan Bursa Pariwisata ini berpesan kepada para pelaku dan pengelola wisata agar dapat membahagiakan wisatawan yang telah mengeluarkan banyak uang. Kemenparekraf menargetkan pergerakan 1,4 miliar wisatawan nusantara di seluruh wilayah Indonesia sepanjang tahun 2023 dan Jawa Timur menjadi salah satu wilayah yang diunggulkan oleh Kemenparekraf.
Kali ini, Kota Probolinggo mengikutsertakan kawasan wisata pantai Mayangan, Wisata Kumkum dalam Bursa Pariwisata ini. “Kami memilih Wisata Kumkum karena sudah masuk dalam kriteria desa/kawasan wisata, sesuai dengan kriteria peserta bursa pariwisata kali ini yakni desa wisata,” kata Sudarso, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata pada Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo. Wisata Kumkum merupakan kawasan yang ada di Pantai Mayangan dan dimanfaatkan untuk berendam air laut yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Karena banyak pengunjung yang dari luar kota, maka pihak pengelola pun berinisiatif untuk menambah penginapan di kawasan tersebut.

Bursa Pariwisata Tahun 2023 ini diikuti oleh 93 peserta, yang terdiri dari pelaku dan pengelola wisata beserta pemangku kepentingan terkait seperti penyedia jasa tur, transportasi dan akomodasi. (antz/dispopar)
