Kota Probolinggo, Jawa Timur | Indonesia

PERBARUI LAYANAN CITY TOUR, DISPOPAR ADAKAN RAKOR


Kanigaran – City tour merupakan salah satu layanan dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo mulai tahun 2018. City tour merupakan layanan ini bagi masyarakat yang ingin mengetahui destinasi wisata yang ada dengan menggunakan bis pariwisata yang dimiliki oleh Dispopar. Konsep dari city tour adalah mengajak masyarakat untuk lebih mengenal Kota Probolinggo dengan memperlihatkan destinasi-destinasi wisata di Kota Probolinggo.
Mengawali tahun 2022, akan ada perubahan dalam city tour. Maka, pada hari rabu (09/02) Dispopar mengundang beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak-pihak terkait untuk mengkoordinasikan hal tersebut. Adalah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pelabuhan Perikanan Pantai, Dinas Lingkungan Hidup, Pelabuhan Tanjung Tembaga, dan beberapa perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menghadiri rapat yang diadakan di aula Dispopar tersebut.
Tri Setyo Anggodo, Kepala Seksi Pengembangan Pasar dan Kerjasama pada bidang Pemasaran Pariwisata, selaku penanggung jawab dari layanan city tour berencana untuk melakukan pembaruan dalam layanan city tour. “Selama ini, biasanya, city tour menyesuaikan dengan permohonan peserta, nantinya jadwal akan kami tentukan,” katanya. Dia juga menjelaskan bahwa Dispopar akan menawarkan pilihan paket bagi peserta. “Ada paket rekreasi dan paket edukasi yang bisa dipilih oleh peserta,” tambahnya.

Dia juga menambahkan destinasi baru dalam paket wisata tersebut. “Mungkin bisa disinkronkan dengan layanan yang ada di perpustakaan atau UMKM yang bisa menjadi tujuan dari para peserta city tour,” jelasnya. Menanggapi hal tersebut, perwakilan dari dinas perpustakaan dan kearsipan sangat mengapresiasi ide tersebut. “Perpustakaan mempunyai layanan untuk restorasi naskah atau foto lama, jadi monggo untuk datang ke perpus sekalian bisa mendapatkan kartu anggota,” katanya. Selain perpustakaan dan UMKM, tempat baru yang diusulkan adalah kampung benteng dan Sumber Sentong.
Paket edukasi yang ditawarkan melewati Museum Probolinggo- Gereja Merah – Museum dr. Saleh (opsional)- Klenteng – Kampung Benteng – Pelabuhan Tanjung Tembaga – Pelabuhan Perikanan Pantai – TWSL – Perpustakaan umum – UMKM – Museum Probolinggo. Sedangkan untuk paket rekreasi melewati Museum Probolinggo – Gereja Merah – Museum dr. Saleh (opsional) – Pelabuhan Tanjung Tembaga – Pelabuhan Perikanan Pantai – TWSL – Industri Keramik – Sumber Sentong – Bunderan Gladag Serang – UMKM – Museum Probolinggo. (antz/dispopar)

City tour is one of the services of Probolinggo City Youth, Sports and Tourism Agency (Dispopar) which was starting in 2018. City tour is the service for people who want to explore tourist destinations by using Dispopar tour buses. The concept of a city tour is to invite people to get to know Probolinggo City better by showing tourist destinations in Probolinggo City.

Starting in 2022, there will be some changes in the city tour service. So, on Wednesday (09/02) Dispopar invited several Regional Working Units (OPD) and related parties to discuss it. The official of Library and Archives agency, agency Cooperatives, Micro Enterprises, Industry and Commerce (DKUPP), Education and Culture Agency, the representative of Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP), the Environment Agency, Tanjung Tembaga Port, and several representatives of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) attended the meeting which was held at Dispopar hall.

Tri Setyo Anggodo, Head of the Market Development and Cooperation Section in Tourism Marketing department, as the person in charge of this city tour service had planned some updates in it. “Usually, city tours adjust to the participants’ requests, later we will determine the schedule,” he said. He also explained that Dipopar would offer a choice of packages for participants. “There are recreation packages and educational packages that participants can choose from,” he added.

He also added new destinations in the tour package. “Maybe it can be synchronized with existing services in the library or UMKM which can be the goal of city tour participants,” he explained. Responding to this, representatives from the library and archives service really appreciated the idea. “The library has a service for restoring old manuscripts or photos, so please come to the library and get a membership card,” she said. Apart from the library and SMEs as the new destination of city tour, other new places are the Kampung Benteng (fortress village) and Sumber Sentong.

The educational package is Probolinggo Museum – Red Church – Museum dr. Saleh (optional) – klenteng (temple) – Kampung Benteng – Tanjung Tembaga Port – Pelabuhan Perikanan Pantai – TWSL – Public library – SMEs – Probolinggo Museum. As for the recreation package, it will start at Probolinggo Museum – Red Church – Museum dr. Saleh (optional) – Tanjung Tembaga Port – Pelabuhan Perikanan Pantai – TWSL – Ceramic Industry – Sumber Sentong – Gladag Serang Roundabout – SMEs and back to Probolinggo Museum.