
Kanigaran- Tahun ini, Kota Probolinggo berumur 664 tahun. Berbagai kegiatan dilaksanakan untuk memperingati Hari Jadi Kota Probolinggo. Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) juga melakukan berbagai kegiatan yang masuk dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Probolinggo, diantaranya Pawai Budaya.
Ada yang berbeda dari pelaksanaan pawai budaya kali ini. Baru kali ini pawai budaya dilaksanakan pada malam hari. Terdapat beberapa kendala bagi pelaksanaan pawai budaya malam hari yakni kurangnya penerangan di jalan, dan juga ketertiban para penonton yang antusias menonton pawai budaya.
Kali ini, Dispopar mengeluarkan tiga kontingen drumband sekaligus untuk memeriahkan pawai Hari JAdi Kota Probolinggo. “Kita memeriahkan pawai dengan tiga drumband, yakni drumband dari politeknik pelayaran Surabaya, Pusdik Arhanud dan Batalyon Yon Zipur,” kata Sudarso, Kepala Pemasaran Pariwisata pada Dispopar. Selain drumband, Dispopar juga menampilkan tampilan lainnya. “selain drumband, kita menampilkan koleksi baju adat pengantin dari seluruh Indonesia, kita menggandeng kelompok make up artist (MUA) Kota Probolinggo,” tambah Sudarso.

Tampilan drumband sangat memukau penonton, apalagi dengan kostum yang dihiasi dengan lampu-lampu yang menyala dalam gelap. Dengan berbagai atraksi yang dilakukan membuat penonton terpukau. Walaupun pertama kali dan terbilang lama, pelaksanaan pawai budaya malam hari berjalan lancar dan sukses. Hal tersebut terlihat dari animo masyarakat yang tetap menonton walaupun telah lewat tengah malam.
Pawai yang dilaksanakan pada hari Sabtu (09/09) dihadiri oleh Wali Kota PRobolinggo, HAbib Hadi Zainal Abidin yang didampingi oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sekretaris daerah, para kepala Organisasi Kepala Daerah (OPD) camat dan lurah se-kota Probolinggo. selain OPD, pawai kali ini juga diikuti oleh daerah tetangga. (antz/dispopar)
