
Mayangan – Mudik merupakan tradisi yang dilakukan masyarakat Indonesia dikala hari raya Idul Fitri tiba. Tentunya tahun ini pun tak akan luput dari tradisi tersebut. Tetapi hal yang tak biasa tahun ini adalah adanya bencana non alam, penyebaran virus corona yang semakin luas. Virus yang berasal dari China telah menjangkiti dua ribu lebih penduduk Indonesia, dan Provinsi Jawa Timur termasuk dalam zona merah daerah yang terjangkit virus Corona. Untuk menghindari penyebaran yang semakin meluas , pemerintah telah menghimbau untuk tidak mudik bagi para perantau. Walaupun demikian, bisa dipastikan pasti ada yang melakukan tradisi tahunan tersebut. Maka, untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Daerah Kota Probolinggo akan menyediakan rumah karantina bagi para pemudik yang datang ke Kota Probolinggo.

Sesuai dengan instruksi Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo, Budi Krisyanto memerintahkan jajarannya untuk menanyakan kesanggupan dari seluruh homestay yang ada di Kota Probolinggo untuk dijadikan karantina. “Sesuai dengan tupoksi yang ada di Dispopar, maka kami melakukan survey, hotel atau homestay mana saja yang bersedia untuk dijadikan tempat karantina bagi para pemudik yang datang di Kota Probolinggo,” kata Kepala Dispopar, Budi Krisyanto.
Dari 32 hotel/homestay yang disurvey, hanya 14 hotel yang bersedia untuk dijadikan tempat karantina. Setelah didiskusikan, maka dipilih Hotel Dharma yang terletak di Jalan Buton no. 3 Kota Probolinggo dijadikan sebagai tempat karantina pemudik selama empat belas hari sebelum mereka diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.(antz)
