Mayangan – Hari Jadi Kota Probolinggo tahun ini dilakukan dengan sangat sederhana. Semua kegiatan yang menarik kerumunan massa dihindari. Maka dari itu, “Mangan Bareng Sego Jagung” menjadi kegiatan utama dalam memperingati hari jadi Kota Probolinggo kali ini. Hal tersebut didiskusikan dalam rapat koordinasi memperingati Hari Jadi Kota Probolinggo, Senin (31/08) yang bertempat di Aula Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo.
Mangan Bareng sego Jagung ini juga menjadi Gerakan Promosi Pangan Lokal Kota Probolinggo. “Selain untuk menyemarakkan acara tasyakuran Hari Jadi, mangan bareng sego jagung ini juga untuk mempromosikan pangan lokal sebagai makanan khas Kota Probolinggo,” kata Kepala Dispopar, Budi Krisyanto. Tidak hanya melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Mangan bareng sego jagung ini juga menyasar pihak-pihak swasta untuk ikut berpartisipasi, seperti RT/RW, mushola/masjid, perusahaan, hotel/restoran, pondok pesantren, dan lain sebagainya.
Mangan bareng sego jagung ini berkonsep virtual. Seluruh peserta makan secara bersamaan dan disiarkan secara live streaming. Rencananya, mangan bareng sego jagung ini diusulkan menjadi rekor dunia sebagai makan nasi jagung terbanyak oleh LEPRID (Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia). Selain itu, mangan bareng ini juga akan disiarkan oleh JTV. Maka dari itu, seluruh masyarakat disarankan untuk membuat video saat makan nasi jagung, dan dikirim ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). “Bagian Pemerintahan segera buatkan surat edaran yang dikirim ke seluruh elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam mangan bareng sego jagung ini,” kata Asisten administrasi Pemerintahan, Paeni selaku pimpinan rapat. (antz/dispopar)
Anniversary of Probolinggo city will be held in a simple way. All crowded events are prohibited. So, “Mangan Bareng Sego Jagung/Eating Corn Rice Together” is the main activity in commemorating Probolinggo city’s anniversary. It is discussed on coordination meeting on Monday (31/08) placed at Dispopar hall.
“Mangan Bareng Sego Jagung” is also as the movement of promoting local food of Probolinggo city. “Either to enliven city’s anniversary, it is to promote local food as signature food of Probolinggo city,” said the head of Dispopar, Budi Krisyanto. Not only involving regional working units, it is also invite private sectors to participate, such as neighbourhood/social communities, mosque/religious communities, companies, hotels/restaurants, Islamic boarding schools, and etc.
Mangan Bareng Sego Jagung will be held virtually. All participants will eat nasi jagung simultaneously and be aired on official social media of Probolinggo city government. It is planned to be a world record of the most corn rice eating by LEPRID (Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia). This activity will also be aired by JTV, a regional tv station. Moreover, all elements of community are suggested to make a video when they eat the corn rice and the video should be sent to Communication and Informatics agency. “Please, Governmental affairs department make a letter and send it to all social community to be participated in Mangan Bareng Sego Jagung,” said the assistant of governmental affairs, Paeni as the leader of the meeting. (unofficial translation)


