
Kedopok- Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo ikut memeriahkan refleksi dua tahun kepemimpinan wali kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin. Hal tersebut diwujudkan dengan menampilkan tarian dan menyanyikan lagu-lagu yang menggambarkan kota Probolinggo yang dibawakan oleh kelompok seni Wirojalu, binaan dari Jati Kampung Seni (JKS). Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, Sekretaris Daerah Ninik Ira Wibawati, Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan, Setiorini Sayekti, beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan camat se-kota Probolinggo.
Dalam kesempatan ini, Wali Kota menjelaskan beberapa pencapaian disektor pariwisata yang diraih selama dua tahun kepemimpinannya. “Jalan masuk ke Pantai Permata sudah bisa diakses oleh kendaraan roda empat, penerangan jalan dengan pemasangan solar cell, dan bagaimana kita mengenalkan Pantai Permata dengan camping bersama wali kota dan kepala OPD,” kata wali kota. Selain itu, wali kota juga menjelaskan bahwa masih banyak potensi wisata yang harus dikenalkan kepada masyarakat luas. “Misalnya, Sumber Sentong, sekarang sudah mulai dikenal masyarakat luas, padahal tempat itu sudah ada sejak saya masih kecil, maka dari itu semua harus bekerjasama, agar destinasi wisata lainnya juga bisa dikenal oleh masyarakat luas,” katanya.
Dia juga mendorong masyarakat untuk bisa mengembangkan daerah sekitarnya dan menjadikannya destinasi wisata yang unik dan menarik. “Sekali lagi, semua harus bekerjasama untuk mewujudkan peningkatan sektor pariwisata, kami juga mengajak masyarakat untuk betul-betul mencintai Kota Probolinggo,” kata Habib Hadi. Selain itu, wali kota juga menginstruksikan untuk menyiarkan lagu-lagu yang menggambarkan Kota Probolinggo di radio Suara Kota sehingga dapat menimbulkan rasa cinta kepada Kota Probolinggo. Selain itu, dia juga mengharapkan agar masyarakat maklum akan kondisi pandemi saat ini. “Tahun kemarin masih bisa dilaksanakan dengan meriah dengan melibatkan pelaku seni, tapi dengan kondisi pandemik seperti ini kita tidak bisa melaksanakan kegiatan seperti biasa, maka ini harus jadi pemahaman bersama,” katanya.

Dalam kegiatan ini pula, kepala Dispopar, Budi Krisyanto mengatakan bahwa selama dua tahun kepemimpinan Habib Hadi, Dispopar telah berusaha untuk menjalankan program dan kegiatan yang berada dalam ranah Dispopar sebaik mungkin. “Kami terus berupaya untuk mengembangkan destinasi wisata, pemasaran wisata, pembinaan olahraga dan kepemudaan,” katanya. Terkait dengan pemberdayaan ekonomi melalui sektor pariwisata dan mewujudkan destinasi wisata yang berbasis kearifan lokal, Dispopar telah melakukan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan SDM. “Kami telah melaksanakan berbagai pelatihan-pelatihan seperti pelatihan tata kelola destinasi wisata, pelatihan manajemen homestay, pelatihan pembuatan paket wisata untuk para Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), pengelola homestay, dan lainnya,” katanya.
Dalam kegiatan yang dilaksanakan di GOR Mastrip pada hari Minggu (31/1) ini, Wirojalu menyanyikan lagu-lagu seperti Sumber Sentong, Pantai Permata, Ijo Royo-Royo, dan lain sebagainya. Selain dihadiri undangan terbatas, kegiatan ini juga disiarkan langsung pada akun resmi pemerintah kota Probolinggo. (antz/dispopar)
Reflecting on Two Years of Mayor’s Leadership, Dispopar Holds Art Performance
Kedopok- Youth, Sports and Tourism Agency (Dispopar) of Probolinggo city participated in celebrating the reflection of two years leadership of the Probolinggo mayor, Habib Hadi Zainal Abidin. This is marked by performing dances and singing songs that describe Probolinggo city performed by the Wirojalu group, developed by Jati Kampung Seni (JKS). It was attended by Probolinggo Mayor, Habib Hadi Zainal Abidin, Regional Secretary Ninik Ira Wibawati, Assistant for Economics and Development affairs, Setiorini Sayekti, some head of regional working units (OPD), and the head of sub-district of Probolinggo city.
On this occasion, the Mayor explained several achievements in the tourism sector during his two years leadership. “The road to Pantai Permata can already be accessed by four-wheeled vehicles, street lighting by installing solar cells, and how we introduced Pantai Permata by camping with the mayor and the head of OPDs,” said the mayor. In addition, the mayor also explained that there is still a lot of tourism potency that must be introduced to public. “For example, Sumber Sentong, now it has been known already extensively now, even it has existed since I was a child. Therefore, we all must work together, so that other tourist destinations can also be known extensively,” he said.
He also encourages the community to develop its surrounding area and make it a unique and interesting tourist destination. “Once again, we all must work together to improve the tourism sector, we also ask the public to love the Probolinggo city,” said Habib Hadi. In addition, the mayor also instructed to broadcast songs which describes Probolinggo city on Suara Kota Radio in order to feel the love for Probolinggo city. Moreover, he also hoped that the public will still be aware of the current pandemic conditions. “Last year it could still be held lively by involving many local artists, but in a pandemic condition like this, we cannot hold it as usual, so this must be a common understanding,” he said.
In this event, head of Dispopar, Budi Krisyanto said during the two years of Habib Hadi’s leadership, Dispopar had tried to run its programs and activities as its best. “We continue to develop tourist destinations, tourism marketing, sports and youth sector,” he said. Related to economic empowerment through the tourism sector and making tourist destinations based on local wisdom, Dispopar have conducted some trainings to improve tourism human resources. “We have carried out various trainings such as tourist destination management training, homestay management training, making tour packages for Pokdarwis (Tourism Awareness Groups), homestay managers, and others,” he said.This event, which was held at the GOR Mastrip on Sunday (31/1), Wirojalu sang some songs such as Sumber Sentong, Pantai Permata, Ijo Royo-Royo, and so on. Being attended by limited invitations, but this event was also aired live on the social media official account of the Probolinggo city government. (unofficial translation)
