Kota Probolinggo, Jawa Timur | Indonesia

SELEKSI PASKIBRAKA KOTA PROBOLINGGO MASUK BABAK AKHIR

Mayangan – Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Probolinggo telah menyelesaikan tahap seleksi. Seperti diketahui, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) telah melakukan visitasi ke sekolah-sekolah menengah atas yang ada di Kota Probolinggo. Dari visitasi selama tiga hari di 40 sekolah yang ada, terjaring 300 orang pelajar yang maju mengikuti seleksi tahap kota. Seleksi kali ini dikhususkan untuk para pelajar kelas sepuluh dan belum pernah terlibat dalam paskibraka.

Kamis (5/3) kemarin, Dispopar melakukan seleksi paskibraka tahap kota yang dilaksanakan di stadion A. Yani. Dalam seleksi ini terdapat beberapa tes yang harus dilewati oleh para peserta “Tes fisik yang harus dilewati diantaranya adalah tinggi dan berat badan, postur tubuh, kesehatan peserta, dan PBB (Peraturan Baris Berbaris),” kata Samsul Arif, Kepala Seksi Pemuda pada Bidang Pemuda dan Olahraga, Dispopar. Dia juga menjelaskan bahwa tes kesehatan yang dimaksud adalah riwayat kesehatan dari para peserta. “Sedangkan untuk postur tubuh, peserta memiliki postur tegak, kaki tidak membentuk huruf o atau x,” lanjutnya.

Setelah melakukan penyeleksian ketat oleh tim seleksi, terpilihlah 80 peserta. “Nantinya, akan dipilih lagi untuk menjadi pasukan tujuh belas, delapan dan empat puluh lima,” kata Samsul. Para peserta harus menyatakan kesanggupan mengikuti pelatihan, melampirkan surat ijin dari orang tua dan surat rekomendasi dari sekolah masing-masing. Tim penyeleksi paskibaraka kali ini terdiri dari perwakilan Kodim 0820, Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Probolinggo, dan Dispopar. “Pelatihan akan dimulai pada akhir Juli selama delapan belas hari,” kata Samsul. Untuk tempat latihan, masih belum dapat dipastikan. “Kami sedang membuat telaah staf kepada wali kota tentang pemilihan tempat pelaksanaan upacara peringatan kemerdekaan 17 agustus,” Samsul menjelaskan. Tempat-tempat yang dijadikan alternatif pelaksanaan diantaranya lapangan karya Bakti, lapangan Yon Zipur, Stadion Bayuangga, dan Pelabuhan Barat. (antz)

Mayangan – The selection of Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka/national flag-hoisting team) of Probolinggo city has finished. As known, the agency of Youth, Sport and Tourism (Dispopar) has visited all of the Senior High Schools in Probolinggo City. During three days, there are 300 students who will go to the next round. This election is specifically for those who are in 10th grade and never getting involved in paskibraka before.

On the last Thursday (5/3) Dispopar did the next selection of paskibraka held in the A. Yani stadion. In that selection, there were some tests that must be passed. “There are some physical tests, such as  checking height, weight, posture, health, and PBB (Peraturan Baris Berbaris/marching rules),“ said Samsul Arifin, the head of Youth section in Youth and Sport Division of Dispopar. He also explained on the health test which is about medical history of the participants. “ While for the posture, they must have upright posture, and not performing O or X shaped-leg,“ he added.

After tight selection, there are 80 participants left. “Later, they will be elected for making 17, 8, 45 squads, “ Samsul said. The participants should committed to follow all the training step by giving parental consent letter and school recommendation letter. The selection team of paskibraka consists of Kodim 0820 (District Military Command), Purna Paskibraka Indonesia (PPI/the alumni of Paskibraka) of Probolinggo city, and Dispopar. “The training will be started in the last July for eighteen days, “ he added.

However, the training place has not been decided yet. “We ‘re making a proposal to the mayor about the right place to commemorate our Independence day,“ Samsul explained. The alternatives places are  Karya Bakti Field, Yon Zipur Field, Bayuangga Stadium, and new port of Probolinggo. (unofficial translation)