Kota Probolinggo, Jawa Timur | Indonesia

Terimbas Pandemi, Pekerja Terima kartu Pra Kerja

Mayangan – Virus Korona masih meluas. Berbagai upaya dan kebijakan sudah dilakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus tersebut, diantaranya bekerja dari rumah, dan dilarang bepergian. Tempat-tempat wisata juga ditutup untuk menghindari kerumunan orang. Maka dari itu, usaha-usaha jasa yang bergerak dibidang pariwisata sangat merasakan dampak dari adanya virus Korona ini.

Beberapa waktu lalu, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo melalukan pendataan terhadap usaha Jasa Pariwisata (UJP) yang mengalami penurunan atau kehilangan pemasukan dari peyebaran virus ini. Berdasarkan laporan yang masuk ke Dispopar, sebanyak 164 karyawan telah dirumahkan. Karyawan-karyawan itu tidak hanya dari satu UJP saja, tetapi dari beberapa UJP, yakni dari perhotelan, biro perjalanan wisata, dan juga tempat tujuan wisata di Kota Probolinggo. Menurut Andre, perwakilan dari PHRI beberapa waktu lalu mengatakan bahwa karywan yang dirumahkan nantinya bisa dipanggil bekerja kembali. “Tetapi karena sistem kami no work no pay, jadi selama dirumahkan mereka tidak menerima gaji,” katanya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kota Probolinggo memberikan bantuan kartu pra kerja. Penerima kartu pra kerja akan mendapatkan bantuan dalam bentuk pelatihan-pelatihan kerja. Dispopar pun memfasilitasi bagi para karyawan yang dirumahkan tersebut untuk mendapatkan kartu pra kerja tersebut dengan membangun posko pendaftaran bagi karyawan di bidang usaha jasa pariwisata yang ingin mendapatkan kartu pra kerja. “Tanggal 4 Mei kemarin kami mengedarkan surat pemberitahuan kepada para pengelola usaha jasa pariwisata bahwa Dispopar siap memfasilitasi pendaftaran kartu Prakerja bagi pelaku usaha pariwisata yang terdampak pandemik bencana non alam Covid 19,” kata Budi Krisyanto, Kepala Dispopar.

Posko yang berada di kantor Dispopar tersebut telah mulai dibuka pada tanggal 12 Mei kemarin. “Posko buka mulai hari Senin sampai Jum’at pukul 08.00-1130 WIB, sampai dengan tanggal 29 Mei 2020,” tambahnya . Persyaratan untuk mendapatkan kartu prakerja inipun mudah, dengan KTP asli dan KK, dan diharapkan pendaftar mempunyai ponsel pintar agar lebih mudah mengakses aplikasi prakerja.(antz)

Mayangan – Corona is still continuously spreading. Many ways and policies are applied to prevent virus spreading, such as work from home and traveling ban. Tourist destinations are also temporarily closed to avoid crowded. Therefore, tourism businesses feel the impact of the corona virus.

A while ago, Youth, Sport and Tourism agency (Dispopar) of Probolinggo city collected data of Tourism Businesses (UJP) that impacted of corona virus. Based on the data, there are 164 workers that has been laid off. They are from some of UJPs, such as hotels, travel agents, and also tourist destination in Probolinggo city. According to Andre, the representative from PHRI stated that the laid off employee can be called to work again. “Since our system is “no work no pay” so they do not get salary as long as they stay at home, “ he added.

To resolve this, Probolinggo city government gives pre-employement card. The pre-employement card receivers will get training courses programs. Dispopar also facilitates the laid off workers, especially UJP’s worker, who need to join the program. “On 4th May, we have announced it to all tourism business that Dispopar is ready to facilitate pre-employement card registration for those who get impact of this covid 19 pandemic,” the head of Dispopar, Budi Krisyanto said.

Information center that are in front of Dispopar office has operated since on last 12 May. “Information center will operate on weekdays, Monday to Friday at 8 AM-11.30 AM, until 19 May 2020, “ he added. There some requirements to get the card, by showing identity card, family card, and having a smartphone to access the application of pre-employement card easily.(unofficial translation)