
Mayangan – Hari Sumpah Pemuda sejatinya diperingati tanggal 28 Oktober. Tapi, tahun ini Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) baru memperingatinya pada tanggal 4 Nopember. Hal tersebut ditandai dengan dilaksanakannya upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 di halaman Kantor Wali Kota Probolinggo.
Upacara kali ini tidak mengikutkan perwakilan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), melainkan hanya diikuti oleh perwakilan dari Dispopar dan organisasi kepemudaan yang ada di Kota Probolinggo. Hal tersebut untuk menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak antar peserta upacara. Tetapi hal tersebut tidak mengurangi kekhidmatan para peserta dalam mengikuti rangkaian upacara.
Spesialnya, seluruh petugas merupakan anggota dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Probolinggo, salah satu organisasi kepemudaan yang aktif di Kota Probolinggo. Selaku inspektur upacara adalah Wakil Wali Kota Probolinggo, Muhammad Soufis Subri. “Dengan mengusung tema “Sumpah Pemuda Bersatu dan Bangkit 1928-2020” diharapkan pemuda pemudi seluruh Indonesia dengan hati teguh dan pikiran yang jernih menyatakan sebuah ikrar suci untuk menyatukan jiwa dan raga menjadi sebuah bangsa bernama bangsa Indonesia,” kata Wawali yang membacakan sambutan dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Zainudin Amali.
Upacara kali ini juga dilengkapi dengan penyerahan piala kepada para pemenang Pemuda Pelopor yang telah diselenggarakan oleh Dispopar bulan Maret lalu. Dalam pemilihan Pemuda Pelopor tahun ini, terpilih Anas Fathullah untuk bidang pangan, Heny Dwi Yuliati untuk bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Pariwisata dan Gamma Kristian untuk bidang pemanfaatan Teknologi Informasi.
Subri pun sangat mengapresiasi adanya pemuda-pemuda kreatif Kota Probolinggo ini. “Para pemuda disini (Kota Probolinggo) cukup kreatif. Harapan kedepan, tidak ada lagi pemuda pemudi yang bersantai-santai , berleha-leha ditengah persaingan global,” lanjut Subri. (antz/dispopar)
Mayangan – Youth Pledge Day is commemorated on 28 October. However, the Probolinggo City Government through the Youth, Sports and Tourism Agency (Dispopar) will commemorate it on November 4 this year. The commemoration of the 92nd Youth Pledge Day is celebrated by holding a ceremony at the Probolinggo Mayor’s Office.
The ceremony did not involve all Regional Working Units (OPD), but only Dispopar and youth organizations in Probolinggo City. It is to implement health protocols, such as social distancing between them. But the ceremony still has its solemnity.
In particular, all ceremony officers are members of National Committee of Indonesian Youth (KNPI) of Probolinggo City, one of active youth organization in Probolinggo City. The inspector of the ceremony was vice mayor of Probolinggo, Muhammad Soufis Subri. “Themed “The Youth Pledge to Unite and To Rise 1928-2020 “, it is hoped that Indonesian young generation will declare a sacred pledge to be one nation called Indonesia,” said the Vice Mayor reading the speech of Youth and Sports Minister of Indonesia, Zainudin Amali.
The ceremony was also completed by awarding to the Pioneer Youth (Pemuda Pelopor) which was held by Dispopar on March. This year, Pemuda Pelopor are Anas Fathullah for the food sector, Heny Dwi Yuliati for the Natural Resources and Tourism Environment sector, and Gamma Kristian for Information Technology utilization.
Subri really appreciates the creative youths of Probolinggo city. “The youth of Probolinggo City are quite creative. We hope, there will be no more relaxed young people and will be taking part in global competition,” continued Subri. (unofficial translation)
