Kota Probolinggo, Jawa Timur | Indonesia

WALI KOTA AUDIENSI DENGAN SENIMAN

Mayangan – “Saya merasa senang dengan banyak seniman bermunculan, tetapi saya merasa asing karena sepertinya seniman Ludruk di Kota Probolinggo hanya tinggal saya saja,” begitu salah satu unek-unek Mukadi, salah satu seniman Ludruk senior di Kota Probolinggo, saat menghadiri audiensi dengan wali kota Probolinggo, Senin malam (09/11) di di Gasebu (Galeri seni dan Budaya) di Jati Kampung Seni (JKS) yang berada di Kelurahan Jati, Mayangan.

Selain itu, dia juga merasa kegiatan yang ada di Gasebu ini hanya seni modern saja, sehingga seni tradisi merasa tersingkirkan dan tidak dirangkul. Mukadi juga mengeluhkan tentang dampak Covid-19 yang dirasakan oleh seniman. Menanggapi hal tersebut wali kota langsung merespon bahwa Gasebu bisa digunakan semua orang.  ”Gasebu ini terbuka untuk umum, untuk melestarikan budaya tradisional kan bisa berkolaborasi dengan seni modern yang ada,” kata Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin.

Wali kota pun merasa dengan banyaknya pemuda-pemuda kreatif yang tergabung dalam sebuah komunitas, seperti komunitas film. “Komunitas ini bisa berkolaborasi, bekerja sama dengan Dispopar misalnya, untuk menampilkan pariwisata Kota Probolinggo dan ditampilkan di media sosial komunitas tersebut,” katanya.

Dalam kesempatan ini wali kota juga menjelaskan tentang tidak digelarnya Semipro (Seminggu di Kota Probolinggo), padahal kegiatan tersebut menampilkan seni budaya dan melibatkan banyak seniman Kota Probolinggo. “Kegiatan semipro tidak bisa dilaksanakan karena faktor pandemi, mohon dipahami dan dimaklumi. Karena pegiat seni pasti terdampak karena kami tidak boleh melakukan kegiatan yang melibatkan orang banyak,” kata Wali Kota Habib Hadi.

Habib Hadi memahami pendapatan pelaku seni ikut terdampak, tapi di sisi lain ada ancaman pandemi COVID 19. “Mari bersama memahami itu. Tanpa ada pemahaman yang sama akan menimbulkan multi tafsir. Satu sisi mata pencaharian, sisi lain resiko kesehatan menjadi tanggung jawab bersama,” kata mantan anggota DPR RI itu.

Dalam kegiatan ini, wali kota didampingi oleh beberapa pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo dan perwakilan dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0820 dan Kejaksaan. (antz/dispopar)

Mayangan – “I feel happy with the appearance of many new artists, but I feel strange because it seems like that I’m the only one of Ludruk (traditional performance) artist in Probolinggo City,” said Mukadi, one of the senior Ludruk artists in Probolinggo City, when he meets the mayor of Probolinggo city, on Monday night (09/11) at Gasebu (Art and Culture Gallery) of Jati Kampung Seni (JKS) located in Jati Village, Mayangan.

Moreover, he also thinks that the activities in Gasebu were only for modern art, so that traditional arts feel marginalized. Mukadi also complained about the impact of Covid-19 pandemic on them. Responding to this, the mayor immediately responded that Gasebu could be used by everyone. “Gasebu is for the public, to preserve traditional culture, so we can collaborate it with the modern arts,” said the Mayor, Habib Hadi Zainal Abidin.

The mayor also feels Probolinggo city has many creative young people which join in a community, such as the film community. “This community can collaborate, cooperate with Dispopar, for instance, to show our tourism and be displayed on their community’s social media,” he said.

On this occasion, the mayor also explained about the cancellation of Semipro (Seminggu di Kota Probolinggo/an annual event of Probolinggo city), whereas it performed many cultural arts and involved many artists. “Semipro cannot be carried out due to pandemic factors, please understand it. All people are affected since we are not allowed to hold an activity that involve many people, “said Mayor Habib Hadi.

Habib Hadi understands that the income of art actors are also affected, but on the other hand, there is some risks of the COVID 19 pandemic. “Let’s understand it. Without the same understanding, there will be multiple interpretations. It is impacted on our income, on the other hand, it also risks to our health and it will be our responsibility, “said this ex-member of the national parliament.

In this occasion, the mayor was accompanied by several officials of Probolinggo City Government and representatives of 0820 District Military Command (Kodim) and the district attorney. (unofficial translation)