Dispopar Adakan Pelatihan Digitalisasi Pariwisata

Kanigaran – “Ada tiga pilar utama untuk pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif yaitu inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Sebagai bangsa yang besar sudah seharusnya kita berkolaborasi, jangan asyik berkompetisi, jangan lupa inovasi dengan memanfaatkan teknologi digital dan beradaptasi di tengah pandemic dengan mengedepankan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin” begitulah  awal sambutan wali kota Probolinggo yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Pemerintahan, Gogol Sudjarwo. Hal tersebut diungkapkan pada pembukaan kegiatan Pelatihan Digitalisasi Branding, Pemasaran dan Penjualan pada Desa Wisata, Homestay/Pondok Wisata, Kuliner, Souvenir, Fotografi yang diadakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) )Kota Probolinggo di Bale Hinggil, Selasa (22/11).

Dia juga menambahkan program digitalisasi ini juga salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. “Wisatawan saat ini lebih memilih mendapatkan informasi melalui foto atau video yang terunggah di sosial media, seseorang akan mencari lebih detail mengenai destinas wisata tujuannya,” katanya. Gogol berharap para pelaku usaha pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif harus mempunyai tips dan trik dalam mempromosikan pariwisata sehingga informasi yang diinginkan wisatawan dapat disampaikan dengan baik dan dapat mendorong wisatawan untuk melakukan perjalanan nyata ke Kota Probolinggo sehingga mendongkrak angka kunjungan wisatawan.

Gogol juga menekankan untuk branding dari Kota Probolinggo. “Kita harus lebih memperkenalkan branding ‘Impressive Probolinggo City, bagaimana bila ada kata impressive, maka akan ingat tentang Kta Probolinggo yang mengesankan,” katanya.

Menurut Plt Kepala Dispopar, Fadjar Poernomo mengatakan bahwa pelatihan ini memang  bermaksud untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang pemasaran digital. “Dan juga pentingnya fotografi dan bahasa yang efektif dalam pemasaran digital,” katanya. pelatihan ini akan berlangsung selama tiga hari. “Untuk hari terakhir, kita akan langsung praktek lapangan,” kata Fadjar.

Pelatihan diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku ekonomi kreatif dan pondok pesantren. Bahkan, beberapa peserta membawa produk yang mereka hasilkan seperti bawang goreng, rengginang, kripik, dan lain sebagainya. “Itung-itung promosi,” kata salah satu peserta. (antz/dispopar)

 

Kanigaran – “There are three main pillars for the recovery of tourism and creative economy, namely innovation, adaptation and collaboration. As a big nation, we should collaborate, not just competing, but don’t forget to innovate by utilizing digital technology and adapting to pandemic era by prioritizing health protocols”. That was the beginning of the Probolinggo mayor’s remarks which was read by the Assistant for Governmental Affairs, Gogol Sudjarwo. This was disclosed at the opening of workshop of Branding, Marketing and Sales Digitalization in Tourism Villages, Homestays, Culinary, Souvenirs, Photography Objects, held by the Probolinggo City Youth, Sports and Tourism Agency (Dispopar) in Bale Hinggil, on Tuesday (22/ 11).

He also added that the digitalization program is also one of the efforts to increase the number of tourist visits. “Tourists currently prefer to get information through photos or videos uploaded on social media, someone will look for more details about their destination on it,” he said. Gogol hoped that tourism business and creative economy actors must have tips and tricks in promoting tourism so the information can be accepted correctly and it will encourage tourists to take a trip to Probolinggo City and the tourist numbers will increase.

Gogol also emphasized the branding of Probolinggo City. “We have to introduce our city branding ‘Impressive Probolinggo City’, so if there is the word “impressive”, then we will remember the impressive Probolinggo city,” he said.

According to Acting Head of Dispopar, Fadjar Poernomo said that this training was to provide understanding and knowledge about digital marketing. “And also the importance of photography and effective language in digital marketing,” he said. This training will be held for three days. “In the last day, we will practice in certain object directly,” said Fadjar.

The training was attended by 40 participants consisting of Tourism Awareness Groups (Pokdarwis), creative economy actors and Islamic boarding schools. In fact, some participants brought their own products such as fried onions, rengginang (cracker made from rice), chips, and so on. “It’s free promotion,” said one of the participants.

×

Apakah anda mempunyai pertanyaan?

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp atau mengirim email kepada kami dispopar@probolinggokota.go.id

× Apa yang bisa kami bantu?