Dispopar Persiapkan JKS Untuk EJTA

Kanigaran – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur mempunyai event tahunan bagi industri pariwisata, yang bertajuk East Java Tourism Award (EJTA). Ini merupakan EJTA pertama yang dilakukan setelah dua tahun vakum karena pandemi Covid-19. Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo pun ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Maka, Dispopar melakukan kunjungan lapangan ke Jati Kampung Seni (JKS) untuk melihat langsung keadaan sesungguhnya, Senin (04/07).

Kunjungan lapangan dipimpin oleh Plt Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Novi Artitik, ditemani oleh Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif, Nur Aini dan Umi Salma, dan juga staf bidang Destinasi Pariwisata. Dalam kesempatan ini tim Dispopar memeriksa kelayakan dari homestay yang ada di area JKS, diantaranya kebersihan dan jumlah kamar yang disediakan. “Definisi homestay itu adalah penginapan yang berbaur dengan rumah induk dan jumlah kamar yang disediakan maksimal lima kamar,” kata Umi Salma.

Seperti diketahui, JKS merupakan salah satu area di Kota Probolinggo yang menyediakan hiburan dan homestay. “Dalam JKS ada sekitar sepuluh rumah yang dijadikan homestay, tapi bila untuk dilombakan, ada dua atau tiga yang layak,” kata Sugeng Isdianto, ketua Pokdarwis JKS. Selain menyediakan homestay, area JKS juga merupakan sanggar seni yang menjadi tempat latihan bagi anak muda sekitar. “Mulai seni musik, mural, sampai lukis bakar tersedia di JKS,”jelasnya. Saat malam, JKS juga menyediakan angkringan dilengkapi dengan pertunjukan musik secara langsung.

Menurut Nur Aini, pendaftaran EJTA dimulai awal Juli kemarin. “Sedangkan untuk pelaksanaannya sendiri bulan November,” jelasnya. Dalam EJTA kali ini, Dispopar akan berpartisipasi dalam kategori homestay dan destinasi wisata. “Dan yang didaftarkan adalah JKS untuk dua kategori tersebut,” tutupnya. (antz/dispopar)

Culture and Tourism Agency (Disbudpar) of East Java Province has an annual event for the tourism industry, entitled the East Java Tourism Award (EJTA). This is the first EJTA after two years absence due to the Covid-19 pandemic. Youth, Sports and Tourism Agency (Dispopar) of Probolinggo City also took part in this program. So, Dispopar conducted a field visit to Jati Kampung Seni (JKS) to see the real situation on site, on Monday (04/07).

The field visit was led by Acting Head of Tourism Destinations Department, Novi Artitik, accompanied by Adyatama of Tourism and Creative Economy, Nur Aini and Umi Salma, as well as staff of Tourism Destinations department. On this occasion, the Dispopar team checked the feasibility of the homestays in JKS area, including cleanliness and provided rooms. “The definition of a homestay is lodging that shares with the main house and it only provides five rooms,” said Umi Salma.

As is known, JKS is one of the areas in Probolinggo City that provides entertainment and homestays. “In JKS there are about ten houses that are used as homestays, but there are two or three eligible homestays for competition,” said Sugeng Isdianto, head of Pokdarwis (tourism awareness group) of Kelurahan Jati. Apart from providing homestays, the JKS area is also an art gallery which is a training ground for local youth. “Such as music, murals, and burn paintings are available at JKS,” he explained. At night, JKS also provides angkringan (street food cart) completed with live music performances.

According to Nur Aini, EJTA registration began in early July. “As for the ceompetition itself in November,” she explained. In this EJTA, Dispopar will participate in two categories, those are homestays and tourist destinations. “And we registered JKS for those two categories,” she concluded. (unofficial translation)

×

Apakah anda mempunyai pertanyaan?

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp atau mengirim email kepada kami dispopar@probolinggokota.go.id

× Apa yang bisa kami bantu?