Grafik Kunjungan Wisatawan

Grafik Kunjungan Wisatawan

Berita
Kunjungan Wisatawan adalah Jumlah angka kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) dan Wisatawan Nusantara (Wisnus) yang datang ke Kota Probolinggo. Wisatawan Mancanegara (Wisman) adalah wisatawan yang berkunjung ke Kota Probolinggo yang berasal dari negara lain. Wisatawan Nusantara (Wisnus) adalah wisatawan yang berkunjung ke Kota Probolinggo yang berasal dari daerah lain di Indonesia. Kunjungan Wisatawan di Akomodasi adalah Jumlah angka kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) dan Wisatawan Nusantara (Wisnus) yang menginap di Akomodasi Kota Probolinggo. Kunjungan Wisatawan di Daya Tarik Wisata (DTW) adalah Jumlah angka kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) dan Wisatawan Nusantara (Wisnus) yang mengunjungi Daya Tarik Wisata di Kota Probolinggo.
Read More
Daya Tarik Wisata Kota Probolinggo

Daya Tarik Wisata Kota Probolinggo

Berita
  Daya Tarik Wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan. Berikut ini adalah potensi daya tarik wisata di Kota Probolinggo :   Daya Tarik Wisata Alam Pantai Permata Pantai Permata terletak di Jl. Anggrek RT.04 RW.01 Kel. Pilang Kec. Kademangan. Di tempat ini pengunjung bisa menikmati keindahan pantai, pohon cemara udang, hutan mangrove/bakau, perahu, gazebo, spot-spot foto, hingga lahan berkemah/bermain.   Sumber Sentong Salah satu daya tarik utama dari Sumber Sentong yang berada di jalan Sunan Bonang RT.03 RW.02 Kel. Jrebeng Wetan Kec. Kedopok selain suasananya yang asri dan sejuk, juga terdapat terapi ikan nila merah. Pengunjung yang datang bisa mencelupkan kakinya ke kolam dan merasakan sensasi gigitan ikan nila.…
Read More
Pelabuhan Tanjung Tembaga

Pelabuhan Tanjung Tembaga

Prasarana Transportasi
Pelabuhan Probolinggo dikenal dengan sebutan Pelabuhan Tanjung Tembaga ditetapkan sebagai pelabuhan pantai pada tahun 1920 berdasarkan Statblad 1920 No. 424 jo Statblad 1926 No. 546. Sebagai pelabuhan pantai, Pelabuhan Probolinggo waktu itu hanya melayani kegiatan pelayaran antar pulau yang kebanyakan menggunakan kapal kayu ukuran kecil, sehingga kedalaman kolam dirancang relatif tidak terlalu dalam ± -3 m LWS. Pada masa penjajahan Belanda kegiatan Pelabuhan Tanjung Tembaga cukup ramai karena hasil perkebunan seperti Tembakau, Gambir, Gula dan sebagainya di export ke negara-negara Eropa melalui Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo. Sejalan dengan perkembangan perdagangan, perekonomian dan perkembangan angkutan laut, maka Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo berubah statusnya dari Pelabuhan Pantai menjadi Pelabuhan Laut yang terbuka untuk perdagangan dari dan ke luar negeri.
Read More